Scroll untuk baca artikel
Sosial Budaya

Sambut Hari Besar Keagamaan, SMPN 3 Kota Mojokerto Gelar Kegiatan Rohani

343
×

Sambut Hari Besar Keagamaan, SMPN 3 Kota Mojokerto Gelar Kegiatan Rohani

Sebarkan artikel ini

CERITAPUBLIK.COM | Mojokerto – Untuk menanamkan nilai-nilai keimanan dalam kehidupan sehari-hari serta membangun keharmonisan di lingkungan sekolah, SMP Negeri 3 Kota Mojokerto menggelar serangkaian kegiatan rohani untuk memperdalam nilai-nilai spiritual serta mempererat kebersamaan.

Kegiatan dalam menyambut hari besar keagamaan yang dilaksanakan meliputi Pondok Ramadhan bagi siswa Muslim, Pondok Rohani bagi siswa Kristen dan Katolik, dan Refleksi menyambut hari raya Nyepi bagi siswa beragama Hindu, serta membangun semangat keberagaman pada siswa.

Kepala sekolah SMPN 3 Kota Mojokerto, Rejo S.Pd., M.MPd. menyampaikan, bahwa atas dasar instruksi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto dan Kemenag Kota Mojokerto , kegiatan Pondok Ramadhan dilaksanakan mulai tanggal 6 sampai dengan 18 Maret 2025.
“Sesuai instruksi, kami menggunakan Type C, yaitu salah satu type dalam Pesantren Ramadhan dimana pesertanya melaksanakan kegiatan selama 3 hari dari pagi sampai dengan setelah shalat dhuhur,” ujar Rejo (Rabu/6/3/25),

“Kegiatan keagamaan ini dikuti oleh peserta sejumlah 715 terdiri 368 siswa laki-laki dan 347 siswa perempuan, dengan prosesi pembukaan dilaksanakan pelepasan balon warna-warni yang menggambarkan keharmonisan dalam modernisasi beragama,” sambung Rejo.

Lebih lanjut Rejo menjelaskan, kegiatan pondok Ramadhan untuk siswa beragama Islam dilaksanakan dengan kegiatan terpusat dan klasikal tentang ibadah, Al Quran, keimanan, akhlak, cinta tanah air, kreativitas serta diskusi keislaman yang menekankan pentingnya ketakwaan, kesabaran, dan kepedulian sosial.
Siswa juga mengumpulkan zakat fitrah di sekolah, selanjutkan disetorkan ke Baznas Kota Mojokerto. Pembagian zakat di tasyarufkan kepada siswa yang berhak menerima zakat serta warga sekitar sekolah yang membutuhkan.
Sebuah program yang bertujuan memperdalam pemahaman agama serta membentuk karakter mulia selama bulan suci.

Adapun bagi siswa yang beragama Kristen dan Katolik, kegiatan ini menjadi momen refleksi atas kasih dan pengorbanan Yesus Kristus dalam menyambut Paskah.
Kegiatan ini mengusung tema “Menyambut Paskah dengan Penuh Syukur dan Keharmonisan,” para peserta mengikuti sesi renungan, doa bersama, serta diskusi kelompok. Siswa diajak untuk hidup dalam damai sejahtera dan rasa syukur.

Sedang bagi siswa yang beragama Hindu diajak untuk merefleksikan diri dalam menyambut Nyepi Tahun Caka 1947. Acara diawali dengan sembahyang bersama dengan membawa banten, diikuti dengan pembacaan kisah tentang makna Tahun Baru Caka. Melalui kisah ini, siswa diajak untuk merenungkan pentingnya pengendalian diri, menjaga keseimbangan alam, dan hidup dalam kebijaksanaan.

Ketiga kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran agama, tetapi juga memperkuat rasa persaudaraan antar siswa dari berbagai latar belakang. Dengan semangat toleransi dan kebersamaan, diharapkan nilai-nilai kebaikan yang telah dipelajari dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tercipta lingkungan sekolah yang harmonis dan penuh kasih.

“Ramadhan bulan untuk berefleksi, berubah, dan berkembang, sebagai tujuan pondok Ramadhan untuk meningkatkan karakter siswa terutama karakter beriman dan berbudi pekerti,” pungkas Rejo mengakhiri wawancara dangan wartawan CERITAPUBLIK.COM di sekolahnya. (Nanang H)