Scroll untuk baca artikel
Info PublikJakartaTerkini

PT Pertamina Hulu Indonesia dan Yayasan SALAKHA Teken MoU Penanganan Tanggap Darurat Banjir di Wilayah Jabodetabek

137
×

PT Pertamina Hulu Indonesia dan Yayasan SALAKHA Teken MoU Penanganan Tanggap Darurat Banjir di Wilayah Jabodetabek

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Sebagai wujud komitmen terhadap keselamatan manusia dan kelestarian lingkungan, PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Yayasan Selaras Alam Khatulistiwa (SALAKHA) terkait pembentukan dan penguatan Tim Tanggap Darurat Banjir. Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Utama PHI dan Ketua Yayasan SALAKHA pada akhir Desember 2025 di Kantor Pusat PHI, Jakarta.

Direktur Utama PHI, Sunaryanto, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam membangun kesiapsiagaan dan respons yang terstruktur terhadap potensi bencana banjir, khususnya di wilayah Jabodetabek. Menurutnya, kolaborasi lintas pemangku kepentingan menjadi elemen penting dalam pengelolaan risiko bencana yang efektif dan berkelanjutan.

“Kami meyakini bahwa kesiapsiagaan dan respons tanggap darurat yang terencana dengan baik merupakan elemen krusial dalam pengelolaan risiko bencana. Melalui MoU ini, PHI memperkuat komitmen terhadap aspek sosial dan lingkungan, sekaligus meningkatkan kapasitas internal perusahaan dalam menghadapi situasi darurat banjir,” ujar Sunaryanto.

Lebih lanjut, Sunaryanto menegaskan bahwa PHI akan terus mendorong sinergi dengan berbagai pihak dalam membangun sistem tanggap bencana yang berbasis penguatan kapasitas. “Kolaborasi PHI dan Yayasan SALAKHA diharapkan mampu membangun sistem kesiapsiagaan bencana yang terstruktur, terintegrasi, dan berkelanjutan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan SALAKHA, Baharudin Rahman, menyampaikan komitmen yayasannya dalam mendukung PHI melalui pendampingan teknis, arahan, serta program pelatihan bertahap yang dilengkapi dengan sertifikasi bagi relawan perusahaan. Menurutnya, MoU ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kesiapan sumber daya manusia menghadapi kondisi darurat banjir.

“Kerja sama ini bertujuan meningkatkan kapasitas, kompetensi, dan kesiapan tim dalam penanganan tanggap darurat banjir. Pendekatan preventif dan penguatan sumber daya manusia menjadi kunci utama, baik di lingkungan perusahaan maupun masyarakat,” ungkap Baharudin.

Yayasan Selaras Alam Khatulistiwa (SALAKHA) merupakan lembaga yang berfokus pada pelestarian lingkungan melalui pengembangan berbagai program berbasis praktik ramah lingkungan dan pelibatan aktif masyarakat. SALAKHA menempatkan peran masyarakat sebagai pilar utama dalam pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

Melalui kerja sama ini, PHI dan Yayasan SALAKHA diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas internal perusahaan dalam menghadapi risiko banjir, tetapi juga menjadi model kolaborasi yang memberikan nilai tambah sosial, memperkuat peran masyarakat, serta berkontribusi nyata terhadap ketahanan wilayah dan pelestarian lingkungan di daerah rawan bencana.

PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina yang mengelola operasi dan bisnis hulu migas di Regional 3 Kalimantan, meliputi Zona 8, Zona 9, dan Zona 10. Dalam menjalankan operasinya, PHI senantiasa menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai landasan untuk mencapai visi menjadi perusahaan migas kelas dunia. Bersama anak perusahaan dan afiliasinya serta bekerja sama dengan SKK Migas, PHI secara konsisten melaksanakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, infrastruktur, dan tanggap bencana guna mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) serta mewujudkan #EnergiKalimantanUntukIndonesia.