Scroll untuk baca artikel
AdvertorialBalikpapanIndonesiaInfo PublikInternasionalKalimantan TimurReligiTerkini

Keberangkatan Jamaah Umrah Balikpapan Ditunda Imbas Konflik Iran–AS

108
×

Keberangkatan Jamaah Umrah Balikpapan Ditunda Imbas Konflik Iran–AS

Sebarkan artikel ini

Balikpapan – Keberangkatan jamaah umrah asal Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, untuk sementara waktu ditunda menyusul eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat yang berdampak pada jalur penerbangan internasional.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Balikpapan, Suharto Baijuri, mengatakan penundaan dilakukan sembari menunggu regulasi dan arahan resmi dari Kementerian Haji dan Umrah di tingkat pusat.

“Kami masih menunggu arahan dari Kemenhaj pusat seperti apa regulasinya. Sampai sekarang belum ada laporan resmi terkait jamaah yang terdampak, baik jadwal keberangkatan maupun kepulangannya,” ujar Suharto, Selasa (3/3/2026).

Ia menjelaskan, hingga kini belum ada laporan resmi mengenai jamaah asal Balikpapan yang gagal berangkat melalui Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan. Namun, pihaknya mengimbau calon jamaah dan biro perjalanan untuk tidak memaksakan keberangkatan di tengah situasi yang belum kondusif.

“Kami mengimbau kalau bisa tidak perlu berangkat dulu. Ditunda saja dulu daripada memaksakan diri. Jangan sampai nanti sudah sampai di sana justru kesulitan untuk kembali,” katanya.

Menurutnya, penundaan sementara direncanakan berlangsung setidaknya selama satu pekan ke depan, sambil menunggu perkembangan situasi keamanan dan kebijakan pemerintah pusat.

Di Balikpapan tercatat ratusan biro perjalanan umrah beroperasi. Namun, hanya sekitar 50 biro perjalanan resmi yang melaporkan data jamaahnya ke Kemenhaj setempat. Kondisi tersebut dinilai menyulitkan pendataan dan pengawasan jika terjadi situasi darurat.

Sementara itu, sejumlah jamaah asal Balikpapan masih berada di Arab Saudi untuk menjalankan ibadah umrah. Beberapa di antaranya dijadwalkan kembali ke Indonesia dalam waktu dekat melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz.

Berdasarkan informasi dari maskapai, penerbangan Garuda Indonesia dari Jeddah menuju Indonesia masih dijadwalkan beroperasi. Namun, sejumlah maskapai lain dilaporkan menghentikan sementara penerbangan akibat risiko keamanan di jalur udara.

“Karena situasi perang, jalur udara memang berisiko. Beberapa maskapai memilih menghentikan sementara operasionalnya demi keselamatan,” ujar Suharto.

Kemenhaj Balikpapan menegaskan akan menunggu pernyataan resmi dari menteri sebelum mengambil langkah lanjutan. Masyarakat diminta bersabar serta memantau informasi resmi dari pemerintah terkait perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.