Scroll untuk baca artikel
AdvertorialBrimobIndonesiaInfo PublikKalimantan TimurSamarindaTerkiniTokoh

Pengabdian Tanpa Batas, Batalyon B Pelopor Gelar Apel Tradisi Lepas Iptu Priyo Susilo

138
×

Pengabdian Tanpa Batas, Batalyon B Pelopor Gelar Apel Tradisi Lepas Iptu Priyo Susilo

Sebarkan artikel ini

Samarinda – Suasana khidmat dan haru menyelimuti lapangan apel Mako Batalyon B Pelopor, Selasa (03/03/2026), saat digelar Apel Tradisi Purna Bakti bagi Iptu Priyo Susilo. Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Danyon B Pelopor, Kompol Edy Musdwiyono, S.Sos., sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan loyalitas selama puluhan tahun pengabdian di Korps Baret Biru.

Apel tradisi ini diikuti seluruh personel Batalyon B Pelopor serta para istri yang tergabung dalam Bhayangkari. Prosesi pelepasan berlangsung sakral, melambangkan kembalinya seorang prajurit ke tengah masyarakat dengan penuh kehormatan.

Dalam arahannya, Kompol Edy menyampaikan bahwa masa pensiun bukanlah akhir pengabdian, melainkan awal babak baru untuk terus menanamkan nilai kedisiplinan dan jiwa korsa di tengah masyarakat.

Sementara itu, Dansat Brimob Kepolisian Daerah Kalimantan Timur, Kombes Pol. Andy Rifai, S.I.K., M.H., turut memberikan apresiasi atas perjalanan panjang Iptu Priyo Susilo di Korps Brigade Mobil.

“Purna bakti adalah momen kemenangan bagi seorang anggota Polri. Iptu Priyo telah membuktikan bahwa konsistensi dan integritas adalah kunci menyelesaikan tugas hingga masa pensiun tiba. Filosofi ‘Bakti Brimob untuk Masyarakat’ tidak akan pernah luntur,” tegasnya.

Andy Rifai juga berpesan agar silaturahmi antara keluarga besar Brimob dan para purnawirawan tetap terjaga. Ia mengajak personel aktif menjadikan keteladanan para senior sebagai inspirasi dalam menjalankan tugas.

“Masa purna bakti hanyalah perpindahan tugas dari markas ke lingkungan masyarakat. Jadilah cahaya bagi sekitar sebagaimana kalian menjadi perisai bagi bangsa. Jiwa Ragaku Demi Kemanusiaan,” pungkasnya.

Apel tradisi ini menjadi simbol penghormatan atas pengabdian tanpa batas, sekaligus pengingat bahwa nilai-nilai Bhayangkara tetap hidup meski masa dinas telah usai.