SAMARINDA, ceritapublik.com – Komisi II DPRD Kota Samarinda mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk lebih serius mengembangkan produk kreatif berbasis potensi lokal Kalimantan guna meningkatkan daya saing dan nilai ekonomi produk daerah.
Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Samarinda, H. Viktor Yuan, S.H., M.H., menilai Kalimantan Timur memiliki kekayaan sumber daya alam dan budaya yang sangat potensial untuk diolah menjadi produk unggulan yang mampu menembus pasar nasional hingga internasional.
Menurut Viktor, selama ini masih banyak komoditas lokal yang dipasarkan dalam bentuk bahan mentah, sehingga nilai tambah yang diperoleh masyarakat belum optimal. Padahal, berbagai komoditas khas Kalimantan memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
“Potensi lokal yang kita miliki sangat luar biasa. Misalnya gaharu yang dapat diolah menjadi teh herbal, bawang Dayak yang dikenal memiliki manfaat kesehatan, hingga berbagai kerajinan dan wastra tradisional yang memiliki nilai budaya sekaligus nilai jual tinggi,” kata Viktor Yuan di Samarinda.
Ia menjelaskan, tren pasar saat ini menunjukkan meningkatnya minat konsumen terhadap produk berbasis bahan alami, kesehatan, dan kearifan lokal. Kondisi tersebut menjadi peluang bagi pelaku UMKM untuk menghadirkan produk yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga memiliki ciri khas daerah yang kuat.
Menurutnya, pengembangan produk berbasis potensi lokal bukan sekadar upaya meningkatkan pendapatan pelaku usaha, tetapi juga bagian dari strategi memperkuat identitas ekonomi daerah. Produk-produk khas Kalimantan Timur dinilai memiliki keunikan yang dapat menjadi pembeda dibandingkan produk dari daerah lain.
“Kalau dikelola dengan baik, produk lokal kita memiliki daya tarik tersendiri. Keunikan itu harus menjadi kekuatan utama dalam membangun pasar dan memperluas jangkauan pemasaran,” ujarnya.
Namun demikian, Viktor menilai kualitas produk saja tidak cukup untuk memenangkan persaingan pasar yang semakin kompetitif. Pelaku UMKM juga perlu memperhatikan aspek pengemasan, pemasaran, dan penguatan merek atau branding.
Ia mengatakan, banyak produk lokal yang sebenarnya memiliki kualitas baik, tetapi belum mampu berkembang secara maksimal karena masih lemah dalam strategi promosi dan identitas merek.
“Branding menjadi faktor yang sangat penting. Produk yang bagus harus didukung kemasan yang menarik, promosi yang konsisten, dan identitas yang kuat agar mudah dikenali konsumen,” katanya.
Viktor menambahkan, perkembangan teknologi digital saat ini juga harus dimanfaatkan secara optimal oleh pelaku UMKM. Pemasaran melalui platform digital dan media sosial dinilai menjadi salah satu cara efektif untuk memperluas pasar tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa dukungan pemerintah daerah tetap menjadi faktor penting dalam mempercepat pertumbuhan sektor UMKM. Menurutnya, berbagai program pelatihan yang selama ini dijalankan perlu diimbangi dengan kebijakan yang mampu membuka akses promosi dan pemasaran secara lebih luas.
“Pelatihan memang penting, tetapi tidak cukup jika tidak dibarengi dengan akses pasar. Pelaku UMKM membutuhkan ruang untuk memperkenalkan produknya kepada konsumen yang lebih luas,” tegasnya.
Untuk itu, Komisi II DPRD Kota Samarinda mengusulkan agar pemerintah daerah lebih aktif memfasilitasi promosi produk UMKM melalui penyelenggaraan pameran dan kegiatan promosi secara berkala.
Menurut Viktor, pameran produk lokal dapat menjadi sarana strategis untuk mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli, investor, distributor, maupun mitra bisnis dari berbagai daerah.
“Kami mendorong agar pameran UMKM dapat dilaksanakan secara rutin, tidak hanya di tingkat daerah tetapi juga pada event nasional dan internasional. Dengan begitu, produk-produk unggulan Kalimantan Timur memiliki kesempatan lebih besar untuk dikenal pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Ia optimistis sektor UMKM dapat menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah apabila mendapat dukungan yang tepat dari seluruh pemangku kepentingan. Selain menciptakan lapangan kerja, UMKM juga berperan penting dalam meningkatkan pendapatan masyarakat dan memperkuat ekonomi lokal.
“UMKM memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian daerah. Karena itu, pengembangan produk kreatif berbasis potensi lokal harus menjadi perhatian bersama agar mampu menciptakan nilai tambah, memperluas pasar, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Viktor.















