Scroll untuk baca artikel
AdvertorialBalikpapanEkonomiIndonesiaInfo PublikKalimantan TimurPemerintah Kota BalikpapanPemkot BalikpapanTerkini

Pasar Karang Joang Belum Optimal, Disdag Balikpapan Andalkan Koperasi Merah Putih

73
×

Pasar Karang Joang Belum Optimal, Disdag Balikpapan Andalkan Koperasi Merah Putih

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan Haemusri Umar menyampaikan strategi pengembangan Pasar Karang Joang.

Balikpapan – Pasar Karang Joang masih belum berkembang optimal meski telah dibangun sekitar satu dekade lalu. Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan kini mengandalkan kehadiran Koperasi Merah Putih untuk mendorong aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.

Dinas Perdagangan Kota Balikpapan terus menyiapkan berbagai strategi agar Pasar Rakyat Karang Joang di Balikpapan Utara dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Hingga kini, pasar yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sekitar sepuluh tahun lalu belum mampu menjadi pusat perdagangan harian bagi masyarakat.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Haemusri Umar, mengatakan pihaknya telah memanfaatkan berbagai kegiatan yang digelar di Balikpapan Utara untuk menghidupkan kembali aktivitas pasar. Melalui momentum tersebut, para pedagang didorong membuka lapak sehingga kawasan pasar kembali ramai meski hanya sementara.

“Saat ada kegiatan di wilayah Balikpapan Utara, kami coba memberdayakan Pasar Karang Joang. Selama ada event, orang berjualan lagi.”

Menurut Haemusri, aktivitas perdagangan di Pasar Karang Joang masih bersifat insidental. Pasar hanya ramai ketika ada kegiatan yang menarik masyarakat. Setelah kegiatan berakhir, aktivitas jual beli kembali menurun sehingga pasar belum dapat beroperasi secara rutin sebagai pasar tradisional.

Ia menjelaskan, lokasi menjadi salah satu kendala utama. Pasar berada sekitar 800 meter dari Jalan Soekarno-Hatta KM 12 sehingga tidak berada di jalur utama yang setiap hari dilalui masyarakat.

Selain faktor akses, jumlah penduduk di sekitar kawasan pasar juga belum cukup besar untuk menopang aktivitas perdagangan harian. Kondisi tersebut membuat jumlah pembeli masih terbatas dan banyak pedagang memilih tidak berjualan secara rutin.

“Lokasinya memang cukup jauh dari jalan utama dan jumlah penduduk di sekitar pasar juga belum terlalu banyak. Itu menjadi tantangan tersendiri untuk menghidupkan aktivitas pasar.”

Meski menghadapi berbagai tantangan, Disdag Balikpapan tetap optimistis Pasar Karang Joang memiliki peluang untuk berkembang. Pertumbuhan kawasan Balikpapan Utara dinilai dapat meningkatkan aktivitas ekonomi sekaligus memperbesar potensi pasar pada masa mendatang.

Optimisme itu juga didukung dengan berdirinya bangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang berada di samping area pasar. Pemerintah kota meyakini keberadaan koperasi tersebut dapat menarik lebih banyak aktivitas masyarakat dan memberikan dampak positif bagi pasar.

“Kami yakin koperasi ini bisa menjadi salah satu pemicu, sekaligus bisa menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di sana.”

Disdag Balikpapan berharap sinergi antara pasar rakyat dan koperasi mampu membentuk ekosistem ekonomi yang saling mendukung. Meningkatnya aktivitas masyarakat di sekitar koperasi diharapkan turut menambah jumlah pengunjung serta mendorong pedagang kembali memanfaatkan kios yang tersedia.

Pemerintah juga akan terus mengevaluasi strategi pemberdayaan Pasar Karang Joang agar aset publik tersebut memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi di Balikpapan Utara.