CERITAPUBLIK.COM | Jakarta – Rusia berencana membuka kantor perwakilan pusat ekspor di Jakarta pada 2025. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat hubungan perdagangan dan investasi antara Rusia dan Indonesia.
Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Gennadievich Tolchenov, mengumumkan rencana ini dalam konferensi pers di kediamannya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Menurutnya, kantor ini akan menjadi pusat promosi produk dan komoditas Rusia di Kamis, (13/3/2025).
“Kantor ini akan berfokus pada promosi barang-barang dan komoditas Rusia di Indonesia,” kata Tolchenov.
Kantor perwakilan ekspor ini akan dirancang untuk meningkatkan aktivitas perdagangan bilateral, investasi, serta kerja sama ekonomi antara kedua negara. Tolchenov juga mengungkapkan bahwa sejumlah delegasi dari Rusia dijadwalkan sebelumnya datang ke Indonesia pada Januari 2025 lalu untuk meninjau lebih lanjut prospek kerja sama.
Salah satu agenda utama yang menjadi perhatian adalah perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU), yang saat ini masih dalam tahap finalisasi. Uni Ekonomi Eurasia merupakan blok ekonomi yang terdiri dari Rusia, Belarus, Kazakhstan, Armenia, dan Kirgistan.
Sebelumnya Tolchenov menyoroti bahwa putaran terakhir konsultasi mengenai perjanjian ini telah dilakukan pada Juli 2024 di Indonesia. Namun, masih ada beberapa isu teknis yang perlu diselesaikan, terutama terkait kebijakan perpajakan.
“Masih ada beberapa hal kecil namun sangat penting ketika kedua pihak, Uni Ekonomi Eurasia dan Indonesia, berkoordinasi soal perpajakan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa perjanjian ini bukan hanya soal perdagangan dan investasi, tetapi juga menyangkut kebijakan fiskal masing-masing negara. Jika tidak dibahas secara hati-hati, ada kemungkinan perjanjian ini tidak akan disetujui oleh parlemen karena dianggap tidak cukup melindungi pasar domestik mereka.
Nantinya, pembukaan kantor perwakilan ekspor ini menandai semakin eratnya hubungan ekonomi antara Rusia dan Indonesia. Rusia melihat Indonesia sebagai mitra strategis di Asia Tenggara, terutama dalam sektor perdagangan dan investasi.
Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan ekonomi kedua negara terus berkembang, terutama di sektor energi, infrastruktur, dan pertahanan. Dengan adanya kantor perwakilan ekspor, diharapkan akses produk Rusia ke pasar Indonesia semakin mudah, serta mendorong perusahaan Indonesia untuk lebih aktif berbisnis dengan Rusia.
Selain itu, langkah ini juga bisa menjadi strategi Rusia dalam memperluas pengaruh ekonominya di Asia Tenggara, di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.
Dengan rencana peresmian kantor ini pada 2025, Indonesia dan Rusia berpeluang untuk semakin memperkuat hubungan perdagangan dan membuka peluang investasi baru yang saling menguntungkan. (SAD/Red)















