Scroll untuk baca artikel
AdvertorialBalikpapanDaerahEksekutifIndonesiaInfo PublikInternasionalKalimantan TimurOpiniPemerintahanPemkot Balikpapan

Balikpapan Masuk Lima Besar PPD 2026, Rahmad Mas’ud: Ini Hasil Kerja Bersama

72
×

Balikpapan Masuk Lima Besar PPD 2026, Rahmad Mas’ud: Ini Hasil Kerja Bersama

Sebarkan artikel ini

Jakarta, CeritaPublik.com— Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, kembali mencatatkan prestasi dalam pembangunan daerah dengan berhasil menembus lima besar daerah terbaik pada Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2026 yang diselenggarakan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Dalam kategori pemerintah kota, Balikpapan menempati peringkat kelima. Capaian tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kualitas perencanaan, pelaksanaan pembangunan, serta berbagai inovasi yang dikembangkan pemerintah daerah dalam mendukung arah dan prioritas pembangunan nasional.

Penghargaan PPD 2026 diserahkan Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy bersama Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk dalam acara Penyerahan Penghargaan Pembangunan Daerah dan Knowledge Sharing Pembangunan Daerah 2026 di Gedung Bappenas, Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Untuk kategori kota, posisi pertama diraih Surabaya, kemudian Manado, Pekalongan, Tangerang, dan Balikpapan.

Wali Kota Balikpapan Dr H Rahmad Mas’ud, SE., ME., menyambut capaian tersebut dengan rasa syukur. Ia menegaskan bahwa penghargaan yang diterima bukan hanya merupakan hasil kerja pemerintah kota, tetapi juga buah dari keterlibatan dan kolaborasi berbagai elemen masyarakat.

“Alhamdulillah kami bersyukur atas penghargaan. Ini berkat kerja sama semua pihak, baik pemerintah, pengusaha swasta dan terutama warga kota Balikpapan yang selalu menjaga kondusivitas kota, sehingga pembangunan bisa berjalan bagus di Kota Balikpapan,” kata Rahmad Mas’ud.

Menurut Rahmad, kesinambungan pembangunan di Balikpapan tidak terlepas dari kontribusi berbagai unsur. Pemerintah daerah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), BUMN, BUMD, sektor swasta, hingga masyarakat memiliki peran dalam mendukung berbagai program pembangunan kota.

Penghargaan PPD 2026 sekaligus menjadi salah satu bentuk evaluasi terhadap kualitas perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah dalam kaitannya dengan pencapaian sasaran pembangunan nasional.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyampaikan bahwa pembangunan nasional tidak dapat dipisahkan dari proses pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah daerah.

“Pembangunan nasional itu adalah agregasi dari pembangunan daerah. Jadi, kalau kami di sini merencanakan pembangunan nasional, sebenarnya kita ini merencanakan pembangunan daerah,” ujar Rachmat.

Ia menjelaskan, PPD 2026 tidak sekadar menjadi ajang apresiasi bagi pemerintah daerah. Penghargaan tersebut juga berfungsi sebagai instrumen untuk melihat dan mengevaluasi kualitas perencanaan serta kinerja pembangunan yang telah dilaksanakan daerah.

PPD 2026 mengangkat tema “Perencanaan dan Kinerja Pelaksanaan Prioritas Nasional di Daerah”. Aspek yang menjadi bagian dari penilaian meliputi kualitas perencanaan, capaian kinerja pembangunan, serta inovasi yang dihasilkan pemerintah daerah.

Rachmat juga menyoroti pentingnya perencanaan pembangunan yang dilakukan secara berjenjang dan terintegrasi hingga ke tingkat pemerintahan paling bawah.

“Kita ingin pada waktu merencanakan pembangunan daerah, bukan hanya di provinsi, kabupaten, kota, kecamatan, tapi juga kalau bisa sampai di desa,” katanya.

Selain kategori kota, penghargaan PPD 2026 turut diberikan kepada pemerintah daerah terbaik di tingkat provinsi dan kabupaten. Jawa Barat meraih posisi pertama untuk kategori provinsi, sementara Kabupaten Kendal menjadi peringkat pertama pada kategori kabupaten.

Sejumlah penghargaan khusus juga diberikan kepada daerah yang dinilai menunjukkan perkembangan pembangunan sesuai dengan karakteristik, potensi, serta tantangan yang dihadapi masing-masing wilayah.

Bagi Balikpapan, keberhasilan masuk lima besar PPD 2026 menjadi bagian dari catatan kinerja pembangunan daerah. Capaian tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan untuk mempertahankan kesinambungan pembangunan.

Prestasi ini juga menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menjalankan pembangunan kota yang sejalan dengan sasaran serta prioritas pembangunan nasional.

Teks: Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk menyerahkan Penghargaan Pembangunan Daerah dan Knowledge Sharing Pembangunan Daerah 2026 kepada Wali Kota Balikpapan Dr H Rahmad Mas’ud, SE., ME., di Gedung Bappenas, Jakarta, Rabu (30/9/2026).