Scroll untuk baca artikel
AdvertorialBalikpapanDaerahHikmahIndonesiaInfo PublikPemerintah Kota Balikpapan

Pancasila Jadi Perekat Balikpapan di Tengah Transformasi Kota dan Keberagaman

72
×

Pancasila Jadi Perekat Balikpapan di Tengah Transformasi Kota dan Keberagaman

Sebarkan artikel ini

Balikpapan, — Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mengajak masyarakat untuk terus memperkuat pengamalan nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi persatuan. Hal tersebut dinilai penting di tengah perubahan kota yang berlangsung cepat, keberagaman penduduk, serta bertambahnya arus masyarakat dari berbagai daerah seiring perkembangan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Ajakan itu disampaikan Wakil Wali Kota Balikpapan, Dr Ir H Bagus Susetyo MM, saat bertindak sebagai inspektur upacara dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Balikpapan, Kamis (1/10/2026).

Upacara tersebut turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Balikpapan, sejumlah pejabat pemerintahan, serta anggota DPRD Kota Balikpapan.

Dalam amanatnya, Bagus menekankan bahwa Pancasila tidak semestinya hanya menjadi teks yang dibacakan atau dihafalkan setiap kali peringatan. Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila harus diterapkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam bermasyarakat, berbangsa maupun bernegara.

“Pancasila bukan sekadar teks yang kita baca atau kita hafalkan, melainkan menjadi jangkar dan pemandu hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” kata Bagus.

Ia menyebut pesan tersebut semakin penting bagi Balikpapan yang kini memiliki posisi strategis sebagai kota penyangga IKN. Perubahan dan perkembangan kota terus terjadi dalam berbagai bidang, termasuk pembangunan infrastruktur, konektivitas, serta pertumbuhan ekonomi dan sosial.

Perkembangan tersebut juga berdampak pada meningkatnya mobilitas masyarakat dari berbagai wilayah yang datang dan menetap di Balikpapan.

“Gelombang modernisasi dan arus pendatang yang masuk ke Kota Balikpapan menuntut kita untuk menjadi pribadi yang adaptif, namun tetap teguh pada akar budaya,” ujarnya.

Bagus menilai keberagaman suku, budaya, dan agama yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Balikpapan perlu ditempatkan sebagai kekuatan bersama. Menurutnya, perbedaan harus mampu menjadi modal sosial yang mendukung pembangunan, bukan justru memunculkan potensi perpecahan.

“Keberagaman warga Balikpapan harus kita kelola sebagai kekuatan, modal pembangunan, dan bukan sebagai celah perpecahan,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya semangat gotong royong dalam memastikan pembangunan daerah berjalan secara inklusif. Kemajuan kota dan pertumbuhan ekonomi, kata dia, harus dapat memberikan manfaat yang dirasakan oleh seluruh masyarakat.

“Kita harus memastikan bahwa kemajuan ekonomi dan kemajuan kota ini dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat Balikpapan tanpa ada yang tertinggal,” ucap Bagus.

Dalam kesempatan tersebut, Bagus turut mendorong aparatur pemerintah untuk mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila melalui penyelenggaraan pelayanan publik yang bersih, transparan, dan berintegritas.

Sementara itu, kepada kalangan pemuda dan pelajar, ia berpesan agar mereka memiliki ketahanan dalam menghadapi disinformasi maupun polarisasi yang berkembang di ruang digital.

“Bagi para pemuda dan pelajar, bentengi diri kalian dari disinformasi dan polarisasi digital dengan menjadikan Pancasila sebagai penyaring dan kompas moral dalam bertindak,” tutur Bagus.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 mengangkat tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”

Dalam rangkaian upacara tersebut, Asisten I Bidang Tata Pemerintahan Kota Balikpapan Zulkifli membacakan teks Undang-Undang Dasar 1945. Sementara itu, Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Balikpapan Muhammad Hamid membacakan Ikrar Kesaktian Pancasila.

Bagus kembali menegaskan bahwa persatuan merupakan modal penting bagi Balikpapan dalam menghadapi berbagai perubahan sekaligus menjalankan perannya dalam mendukung pembangunan kawasan IKN.

“Mari kita jaga Kota Balikpapan agar tetap kondusif, nyaman dihuni, dan siap menjadi etalase terdepan yang mendukung peradaban baru Indonesia di kawasan Timur Nusantara,” katanya.

“Persatuan adalah kunci dan Pancasila adalah rumah bersama kita,” lanjut Bagus.

Ia kemudian mengajak seluruh peserta upacara untuk mendoakan para pahlawan yang gugur dalam mempertahankan ideologi negara. Ia juga mengajak masyarakat meneruskan pembangunan Balikpapan dengan menjadikan semangat persatuan sebagai landasan bersama.

“Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, senantiasa memberikan kekuatan, petunjuk, dan perlindungan kepada kita semua dalam membangun Kota Balikpapan yang kita cintai ini,” pungkasnya.