Scroll untuk baca artikel
AcehInfo PublikOpiniTerkini

Air Kembali Mengalir, Harapan Tumbuh: Sumur Bor Kapolda Aceh Jadi Sumber Kehidupan Warga Terdampak Bencana di Aceh Tengah

128
×

Air Kembali Mengalir, Harapan Tumbuh: Sumur Bor Kapolda Aceh Jadi Sumber Kehidupan Warga Terdampak Bencana di Aceh Tengah

Sebarkan artikel ini

Aceh Tengah — Di tengah upaya pemulihan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor, secercah harapan kini kembali mengalir bagi warga Kampung Suku Wihlah Setie, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah. Bantuan sumur bor dari Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basya, M.M. resmi dioperasikan pada Sabtu (10/1/2026) untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat terdampak bencana.

Sumur bor tersebut diresmikan langsung oleh Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhammad Taufik, S.I.K., M.H., sebagai bagian dari komitmen Polri dalam mendukung pemulihan kehidupan warga pascabencana yang terjadi pada 26 November 2025 lalu. Bagi masyarakat setempat, ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan paling mendesak setelah bencana merusak berbagai fasilitas vital desa.

Peresmian berlangsung di Menasah Al-Mukmin Kampung Suku Wihlah Setie dan dihadiri oleh pejabat utama Polres Aceh Tengah, Kapolsek Bintang beserta jajaran, personel BKO Brimob Polda Aceh, aparatur kampung, serta masyarakat yang menyaksikan langsung momen penting tersebut.

Dalam sambutannya, Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhammad Taufik menegaskan bahwa pembangunan sumur bor ini merupakan wujud nyata kepedulian dan kehadiran Polri dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar, khususnya akses air bersih yang aman dan berkelanjutan.

“Air bersih merupakan kebutuhan utama bagi kehidupan. Melalui bantuan sumur bor ini, kami berharap masyarakat dapat kembali beraktivitas secara layak dan sehat, serta mempercepat pemulihan kehidupan warga pascabencana,” ujar Kapolres.

Sumur bor dengan kedalaman sekitar 18 meter tersebut berhasil dikerjakan hanya dalam waktu satu hari. Kini, airnya telah mengalir jernih dan dapat dimanfaatkan warga untuk kebutuhan sehari-hari, sekaligus menjadi solusi jangka panjang, baik saat musim kemarau maupun dalam kondisi darurat.

Peresmian ditandai dengan penyerahan simbolis kepada Reje Kampung Suku Wihlah Setie serta pengecekan langsung debit air oleh Kapolres Aceh Tengah. Momen tersebut disambut dengan senyum dan rasa syukur warga yang selama ini harus berjuang mendapatkan air bersih.

Reje Kampung Suku Wihlah Setie, Mansur Ariga, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kapolda Aceh dan seluruh jajaran Polri atas bantuan yang sangat berarti bagi masyarakatnya.

“Alhamdulillah, airnya mengalir lancar dan jernih. Bantuan ini sangat membantu warga kami, terutama setelah bencana yang merusak banyak fasilitas,” ungkapnya.

Kehadiran sumur bor ini menjadi bukti bahwa Polri hadir tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari solusi kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak bencana.

Usai peresmian, Kapolres Aceh Tengah beserta rombongan melanjutkan kunjungan ke tiga kampung terisolir di Kecamatan Bintang, yakni Kampung Serule, Atu Payung, dan Jamur Konyel, untuk menyalurkan bantuan logistik serta melaksanakan bakti kesehatan bagi warga yang membutuhkan perhatian khusus.