Scroll untuk baca artikel
AdvertorialBalikpapanKalimantan TimurPemerintah Kota BalikpapanTerkiniWakil Wali Kota Balikpapan

Bagus Susetyo Pastikan Perbaikan Jalan Longsor Syafrudin Yoes Sesuai Jadwal

62
×

Bagus Susetyo Pastikan Perbaikan Jalan Longsor Syafrudin Yoes Sesuai Jadwal

Sebarkan artikel ini
Pekerjaan perbaikan jalan longsor di Jalan Syafrudin Yoes Balikpapan menggunakan konstruksi fondasi permanen dengan truk mixer beton.

Balikpapan — Perbaikan jalan longsor Syafrudin Yoes di Balikpapan Selatan terus berjalan sesuai jadwal. Pemerintah menargetkan proyek penanganan permanen senilai Rp9,6 miliar rampung pada 24 Agustus 2026.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Dr Ir H Bagus Susetyo, MM., meninjau langsung progres pekerjaan di Jalan Syafrudin Yoes, Selasa (7/7/2026). Penanganan permanen tersebut dilaksanakan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur bersama Pemerintah Kota Balikpapan.

Dalam peninjauan itu turut hadir Kepala BBPJN Kalimantan Timur Yudi Hardiana, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Kota Balikpapan Rachmatullah, Asisten Perekonomian, Pembangunan, dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Balikpapan Andi M. Yusri Ramli, Staf Ahli Bidang Pemerintahan Adwar Skenda Putra, serta pihak kontraktor dan konsultan pengawas.

Bagus menjelaskan pemerintah memilih penanganan permanen agar kerusakan akibat longsor tidak kembali terjadi. Berdasarkan hasil kajian, penyebab utama kerusakan berasal dari kondisi tanah lunak di bawah konstruksi jalan.

“Kalau hanya diaspal, sekitar Rp100 juta, seminggu kemudian rusak lagi. Karena itu kami ingin menyelesaikan sumber permasalahannya. Setelah dilakukan kajian, ternyata memang ada tanah lunak di bawah konstruksi jalan. Jadi sekarang yang diselesaikan adalah penyebabnya.”

Saat ini pekerjaan telah memasuki tahap pembangunan fondasi utama (foot plate) setelah proses pemasangan tiang selesai. Tahap berikutnya akan berlanjut ke pembangunan struktur di bagian atas agar tanah lunak tidak lagi memicu penurunan badan jalan.

“Kalau fondasi ini selesai, nanti tanah di atasnya tidak lagi mengalami settlement atau penurunan. Penanganannya benar-benar permanen.”

Bagus menyebut progres pekerjaan telah mencapai sekitar 30 persen sejak dimulai pada 13 Mei 2026. Menurutnya, pelaksanaan proyek masih sesuai target meski cuaca menjadi tantangan utama.

“Masih on schedule. Mudah-mudahan cuaca mendukung karena kendala terbesar memang hujan. Kalau tidak hujan terus, saya optimistis pekerjaan selesai tepat waktu.”

Ia meminta penyedia jasa menyiapkan terpal untuk melindungi material timbunan saat hujan. Ia juga mengingatkan agar proses pemadatan tanah dilakukan secara hati-hati sehingga tidak memengaruhi konstruksi yang telah dibangun.

Selain itu, Bagus mendorong kontraktor menambah jumlah tenaga kerja karena panjang ruas jalan yang diperbaiki mencapai sekitar 90 meter.

“Saya minta tenaga kerja ditambah supaya pekerjaan bisa lebih cepat. Yang penting kualitas tetap dijaga.”

Bagus juga meminta pelaksana proyek menjaga komunikasi dengan pemilik lahan di sekitar lokasi agar pelaksanaan pekerjaan tetap kondusif.

“Kalau ada persoalan dengan pemilik tanah, segera dikomunikasikan dengan baik supaya tidak terjadi gejolak sosial. Material timbunan juga harus segera dirapikan agar tidak memengaruhi kondisi tanah di sekitar konstruksi.”

Ia menegaskan penanganan yang diterapkan kali ini menjadi solusi permanen pertama untuk kasus longsor dengan karakteristik serupa di Balikpapan.

Proyek tersebut menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) Pemerintah Kota Balikpapan sebesar Rp9,6 miliar. Sementara itu, desain teknis disusun oleh BBPJN Kalimantan Timur di bawah Kementerian Pekerjaan Umum agar pekerjaan dapat segera dilaksanakan tanpa menunggu anggaran reguler.

“Desainnya disiapkan oleh Balai, sedangkan karena kondisinya sangat mendesak, Pemerintah Kota menyiapkan anggaran Belanja Tidak Terduga sebesar Rp9,6 miliar agar pekerjaan bisa segera dilaksanakan. Kalau menunggu anggaran reguler, kemungkinan baru bisa dikerjakan pada 2027.”

Bagus menilai sinergi antara pemerintah pusat melalui BBPJN Kalimantan Timur dan Pemerintah Kota Balikpapan menjadi faktor penting dalam mempercepat penanganan jalan longsor tersebut.

“Ini bentuk sinergi yang baik antara Balai dan Pemerintah Kota. Semua proses dilakukan melalui koordinasi dan diskusi bersama agar persoalan ini bisa segera tuntas dan jalan dapat kembali dimanfaatkan masyarakat dengan aman.”