Scroll untuk baca artikel
AdvertorialBalikpapanInfo PublikTeknologiTerkini

Beragam Inovasi dan Teknologi Dukung Grup PHI di Zona 9 Lampaui Target Produksi Migas 2025

121
×

Beragam Inovasi dan Teknologi Dukung Grup PHI di Zona 9 Lampaui Target Produksi Migas 2025

Sebarkan artikel ini

Balikpapan – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) melalui entitas di Zona 9, yakni PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS), PT Pertamina EP (PEP) Tanjung Field, PEP Sangasanga Field, dan PEP Sangatta Field, berhasil melampaui target produksi minyak dan gas bumi (migas) tahun 2025.

Keempat entitas tersebut membukukan produksi minyak sebesar 22,6 ribu barel minyak per hari (MBOPD) dan produksi gas mencapai 105,369 juta standar kaki kubik per hari (MMCFD). Capaian ini menempatkan Zona 9 sebagai salah satu kontributor utama bagi PHI Regional 3 Kalimantan, sekaligus memperkuat dukungan terhadap ketahanan energi nasional sesuai Asta Cita Pemerintah Indonesia.

Senior Manager Subsurface Development & Planning (SSDP) Zona 9, Supriady, menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil penerapan inovasi dan teknologi pada lapangan-lapangan mature yang memiliki karakteristik kompleks.

“Kami percaya inovasi dan teknologi memegang peran strategis dalam menjaga tingkat recovery dan keberlanjutan produksi lapangan migas yang telah mature,” ujar Supriady.

Ia menambahkan, keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi solid antara pekerja dan manajemen dengan penerapan teknologi yang fit for purpose. Tim Zona 9 bahkan mengusung semangat “Anti Decline” sebagai komitmen menjaga kinerja produksi.

Inovasi Tingkatkan Produksi Signifikan

Di PHSS, inovasi Through Tubing Electric Submersible Pump (TTESP) berhasil meningkatkan produksi sumur hingga 150 persen. Meski baru diterapkan pada empat sumur, kontribusinya signifikan terhadap produksi minyak.

Selain itu, teknologi Pertasolvent mampu meningkatkan produksi hampir empat kali lipat dari kondisi awal. Teknologi ini digunakan untuk mengatasi tantangan High Pour Point Oil (HPPO), yakni minyak dengan titik tuang lebih tinggi dibanding temperatur operasi pipa. Pertasolvent telah diterapkan di Lapangan Mutiara dan Pamaguan.

Untuk produksi gas, PHSS menerapkan teknologi Capillary String yang mampu meningkatkan stabilitas produksi sekitar 0,36 MMSCFD sekaligus menekan potensi gangguan aliran.

Sementara itu, PEP Sangasanga mengaplikasikan Wellhead Compressor Mini Gas Compressor pada sumur-sumur bertekanan rendah yang beririsan wilayah kerja. Inovasi ini berhasil meningkatkan produksi hingga 15 kali lipat dibandingkan kondisi awal. Lapangan TSS bahkan mencatat capaian produksi gas sebesar 117 persen dari target 2025.

Operasi Terintegrasi dan Budaya Selamat

Keberhasilan produksi juga didukung percepatan jadwal pengeboran dan intervensi sumur, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja serta perlindungan lingkungan.

“Pendekatan operasional migas yang terintegrasi dan penguatan budaya selamat menjadi fondasi dalam menjaga keberlanjutan kinerja Zona 9 dalam mendukung ketahanan energi nasional,” ujar Supriady.

Sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina, PHI mengelola operasi hulu migas di Regional 3 Kalimantan (Zona 8, 9, dan 10) dengan mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Melalui kolaborasi dengan SKK Migas, PHI juga menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).