Scroll untuk baca artikel
Info PublikKalimantan SelatanTerkini

Bertemu Saat Banjir Rob Sei Tabuk, Kapolda Kalsel Bantu Biaya Pengobatan Anak Yatim Piatu Korban Laka Lantas

123
×

Bertemu Saat Banjir Rob Sei Tabuk, Kapolda Kalsel Bantu Biaya Pengobatan Anak Yatim Piatu Korban Laka Lantas

Sebarkan artikel ini

Banjar — Banjir rob yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan beberapa waktu terakhir menarik perhatian berbagai pihak, termasuk Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H. yang turun langsung meninjau lokasi terdampak di Kecamatan Sei Tabuk dan Martapura Barat, Kabupaten Banjar.

Peninjauan tersebut juga dihadiri Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, sejumlah menteri, serta unsur Forkopimda Provinsi Kalimantan Selatan yang turut menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir.

Di sela kegiatan peninjauan, Kapolda Kalsel bertemu dengan dua anak yatim piatu, Felina Delfi (11) yang akrab disapa Adel dan adiknya Jailani (5). Kakak beradik tersebut diketahui tinggal bersama sang nenek setelah kedua orang tuanya meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas tiga tahun lalu di Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah.

Akibat kecelakaan tersebut, Adel mengalami gangguan pada tangan sehingga tidak dapat beraktivitas secara normal, sementara Jailani mengalami kelainan pada kaki yang membuatnya tidak dapat meluruskan anggota tubuhnya.

Melihat kondisi tersebut, Kapolda Kalsel menunjukkan empati dan kepedulian dengan memberikan perhatian khusus berupa bantuan biaya pengobatan dan operasi medis secara gratis bagi kedua anak tersebut.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa Kapolda Kalsel meninjau langsung kondisi Adel dan Jailani yang saat ini dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin, Senin (19/1/2026).

“Akibat kecelakaan lalu lintas yang dialami orang tuanya, kedua anak tersebut mengalami luka serius yang memerlukan penanganan medis lanjutan. Oleh karena itu, Polda Kalsel melalui jajaran dokter akan memberikan penanganan operasi,” jelasnya.

Kapolda Kalsel menegaskan bahwa pengobatan akan dilakukan hingga kondisi kedua anak tersebut pulih dan dapat beraktivitas secara normal.

“Kami akan melakukan operasi terhadap keduanya. Untuk sang kakak, akan dilakukan pemeriksaan lebih detail untuk menentukan apakah operasi dapat dilakukan di Banjarmasin atau perlu dirujuk ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta,” ujar Kapolda.

Ia menambahkan bahwa meskipun kecelakaan terjadi tiga tahun lalu, kondisi medis yang dialami Adel dan Jailani masih memerlukan tindakan lanjutan. Penanganan dilakukan oleh tim medis Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin di bawah pimpinan Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes Pol dr. Muhammad El Yandiko, Sp.An., TI, M.M., MARS, QHIA.

“Kami melihat masa depan kedua anak ini. Kami ingin membantu mengembalikan harapan dan masa depan mereka agar bisa tumbuh dengan kondisi yang lebih baik,” tutur Kapolda.

Tidak hanya fokus pada pemulihan fisik, Polda Kalsel juga memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis kedua anak tersebut. Bhayangkari Daerah Kalimantan Selatan turut memberikan pendampingan berupa trauma healing sebelum tindakan operasi dilakukan.

Dengan pendekatan penuh empati dan kelembutan, Bhayangkari memberikan dukungan psikologis untuk mengurangi trauma, kecemasan, serta kesedihan yang dialami Adel dan Jailani akibat kehilangan orang tua mereka.

Ketua Bhayangkari Daerah Kalsel Ny. Yennie Rosyanto Yudha berharap pendampingan ini dapat membantu proses pemulihan secara menyeluruh.

“Semoga Adel dan Jailani diberikan kesembuhan dan pemulihan, baik secara fisik maupun psikologis, sehingga trauma akibat kejadian yang merenggut orang tua mereka dapat teratasi,” ujarnya.

Ke depan, Kapolda Kalsel bersama Pejabat Utama Polda Kalsel dan Bhayangkari Daerah Kalsel berencana melakukan pembahasan lebih lanjut terkait masa depan kedua anak tersebut.

Kepedulian Polda Kalsel ini mendapat respons positif dari pihak keluarga, dengan tahapan awal berupa perawatan intensif sebelum dilaksanakan tindakan operasi.