Scroll untuk baca artikel
AdvertorialBalikpapanDisdikbudEdukasiIndonesiaInfo PublikKalimantan TimurPendidikanTerkini

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan Atur Jadwal Belajar Ramadan, Sekolah Diminta Tidak Bebani Siswa

128
×

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan Atur Jadwal Belajar Ramadan, Sekolah Diminta Tidak Bebani Siswa

Sebarkan artikel ini

Balikpapan – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan memastikan seluruh satuan pendidikan telah menerima surat edaran resmi terkait pengaturan jadwal pembelajaran dan masa libur selama Ramadan 1447 Hijriah.

Kepala Disdikbud Balikpapan, Irfan Taufik, mengatakan surat edaran tersebut menjadi pedoman bagi sekolah, orang tua, dan peserta didik dalam menyesuaikan kegiatan belajar mengajar selama bulan puasa.

“Seluruh sekolah sudah kami kirimkan surat edaran resmi. Di dalamnya diatur secara jelas kapan pembelajaran aktif berlangsung, kapan masa libur dimulai, dan kapan siswa kembali masuk sekolah setelah Ramadan,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).

Ia menegaskan, pengaturan ini bertujuan menjaga keseimbangan antara proses pendidikan dan kondisi fisik serta psikologis siswa yang menjalankan ibadah puasa.

Jam Belajar Disesuaikan

Pada awal Ramadan, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan penyesuaian durasi jam pelajaran. Menjelang akhir Ramadan hingga libur Idul Fitri, siswa memasuki masa libur sesuai kalender yang telah ditetapkan.

“Kami mengatur supaya ritme belajar tetap ada, tetapi tidak memberatkan. Jam belajar disesuaikan dan sekolah diminta tidak memberikan tugas yang membebani siswa,” jelas Irfan.

Fokus Penguatan Karakter

Disdikbud juga mengarahkan agar pembelajaran selama Ramadan lebih menekankan penguatan karakter dan nilai-nilai spiritual. Sekolah diimbau mengintegrasikan kegiatan keagamaan seperti:

  • Pondok Ramadan
  • Pesantren kilat
  • Kajian keagamaan
  • Kegiatan sosial

Program tersebut dilaksanakan tanpa membebani siswa dengan pekerjaan rumah tambahan.

Selain itu, Disdikbud mendorong gerakan sedekah jariah Ramadan di lingkungan sekolah sebagai bagian dari pendidikan karakter, agar siswa belajar peduli dan berbagi kepada masyarakat.

“Kegiatan sedekah ini bagian dari pendidikan karakter. Anak-anak belajar peduli dan berbagi sejak dini,” tambahnya.

Disdikbud Balikpapan berharap pengaturan ini dapat menciptakan suasana belajar yang kondusif, seimbang antara capaian akademik dan penguatan nilai keagamaan selama bulan suci hingga siswa kembali masuk sekolah setelah libur Idul Fitri.