Balikpapan — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan menyiapkan rekayasa lalu lintas dengan menata ulang sejumlah titik putar balik (U-turn) di ruas jalan strategis guna mengurangi kemacetan, khususnya pada jam sibuk.
Kepala Dishub Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman, mengatakan kebijakan tersebut merupakan hasil evaluasi kondisi arus kendaraan di lapangan, terutama di kawasan dengan volume lalu lintas tinggi.
“Rekayasa lalu lintas ini kami lakukan dengan menutup beberapa titik putar dan memindahkan sebagian lainnya ke lokasi yang lebih ideal. Tujuannya agar arus kendaraan bisa lebih lancar dan tidak saling menghambat,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).
Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah kawasan Agung Tunggal. Di lokasi tersebut, titik putar dinilai terlalu dekat dengan akses keluar-masuk kendaraan sehingga kerap memicu perlambatan arus.
“Di Agung Tunggal, perputaran kendaraan akan kami atur ulang supaya tidak langsung bertemu dengan arus padat dari simpang,” katanya.
Selain itu, rekayasa juga dirancang di sekitar kawasan Andi Jaya Motor (AJM). Penyesuaian dilakukan dengan memindahkan titik putar ke lokasi yang lebih aman agar tidak mengganggu arus utama.
“Untuk di sekitar AJM, kami siapkan skema pemindahan titik putar. Ini bagian dari rekayasa agar pergerakan kendaraan menjadi lebih tertib dan tidak menimbulkan antrean panjang,” jelasnya.
Dishub juga mempertimbangkan penempatan titik putar baru di depan kawasan perumahan yang dinilai memiliki ruang manuver cukup luas bagi kendaraan.
Fadli menegaskan, langkah ini tidak hanya bertujuan mengurai kemacetan, tetapi juga meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Titik putar yang tidak tepat kerap menimbulkan konflik lalu lintas hingga berpotensi menyebabkan kecelakaan.
“Dengan rekayasa yang lebih baik, kami harapkan risiko konflik antar kendaraan bisa ditekan dan keselamatan pengguna jalan meningkat,” ujarnya.
Sebelum diberlakukan, Dishub akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Rambu tambahan serta penempatan petugas di lapangan juga akan disiapkan untuk mendukung implementasi kebijakan tersebut.
“Kami akan sosialisasikan terlebih dahulu agar masyarakat bisa menyesuaikan. Harapannya, rekayasa lalu lintas ini dapat berjalan efektif dan memberi manfaat bagi semua pengguna jalan,” kata Fadli.
Dishub Balikpapan juga akan melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala setelah penerapan kebijakan. Jika diperlukan, penyesuaian lanjutan akan dilakukan agar rekayasa lalu lintas berjalan optimal.
Upaya ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah kota dalam meningkatkan kualitas transportasi di tengah pertumbuhan jumlah kendaraan yang terus meningkat.















