Scroll untuk baca artikel
AdvertorialIndonesiaInfo PublikPapuaTerkiniTNI

Dua Tewas dalam Penyerangan di Pos PT Kristal Nabire, Satgas Ops Damai Cartenz Lakukan Penyelidikan

117
×

Dua Tewas dalam Penyerangan di Pos PT Kristal Nabire, Satgas Ops Damai Cartenz Lakukan Penyelidikan

Sebarkan artikel ini

NABIRE – Insiden penyerangan bersenjata terjadi pada Sabtu (21/2/2026) sekitar pukul 12.00 WIT di Pos Pengamanan PT Kristal Kilometer 38, Kampung Lagari Jaya, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Peristiwa tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia serta kerusakan pada fasilitas perusahaan.

Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Yusuf Sutejo, menyampaikan duka cita atas meninggalnya kedua korban.

“Kami mengucapkan belasungkawa atas kejadian yang menimpa kedua korban. Begitu menerima laporan, Satgas Ops Damai Cartenz bersama Polres Nabire langsung menuju TKP untuk melakukan pengamanan, olah tempat kejadian perkara, serta mengevakuasi korban,” ujarnya di Nabire.

Di lokasi kejadian, petugas menemukan dua jenazah dalam kondisi hangus terbakar di antara runtuhan bangunan pos pengamanan yang turut terbakar. Kedua jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Nabire untuk proses identifikasi dan autopsi. Identitas korban masih menunggu hasil pemeriksaan medis karena kondisi luka bakar berat.

Selain itu, aparat menemukan satu unit kendaraan milik perusahaan dengan empat lubang bekas tembakan dari arah depan. Kerusakan juga terlihat pada bagian radiator mesin yang berlubang akibat proyektil. Namun, selongsong peluru belum ditemukan di sekitar lokasi. Dugaan sementara, penembakan dilakukan dari jarak sekitar 50 hingga 100 meter.

Dari pemeriksaan awal, penyidik telah meminta keterangan empat orang saksi yang merupakan pegawai perusahaan. Berdasarkan keterangan mereka, penyerangan diawali dengan suara tembakan dan terlihat sekitar tiga orang pelaku di lokasi. Jumlah tersebut masih dalam pendalaman.

Terkait klaim tanggung jawab yang beredar di media sosial, aparat menegaskan tidak akan menyimpulkan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi. Proses penyelidikan dilakukan secara profesional dengan mengedepankan alat bukti serta hasil investigasi lapangan.

“Kami tidak mendasarkan kesimpulan pada klaim sepihak. Seluruh proses berjalan sesuai prosedur dan berbasis bukti,” tegas Yusuf.

Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Faizal Ramadhani, menyatakan aparat akan menindaklanjuti kasus ini secara tegas dan terukur.

“Kami mengecam tindakan kekerasan yang menimbulkan korban jiwa. Penegakan hukum akan dilakukan secara profesional dan proporsional. Negara harus hadir untuk memastikan rasa aman bagi masyarakat serta menjaga stabilitas wilayah,” ujarnya.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Adarma Sinaga, menambahkan bahwa pengejaran terhadap para pelaku telah dilakukan sejak hari kejadian. Aparat juga melakukan pemetaan dan profiling terhadap kelompok yang diduga terlibat.

“Langkah-langkah pengamanan dan pengejaran terus kami lakukan secara terkoordinasi. Selain itu, tim juga mendalami motif serta kemungkinan keterkaitan dengan jaringan kelompok bersenjata di wilayah ini,” jelasnya.

Hingga kini, aparat gabungan masih melanjutkan penyelidikan guna mengungkap pelaku, motif penyerangan, serta memastikan identitas korban. Perkembangan kasus akan disampaikan secara resmi setelah hasil investigasi lebih komprehensif diperoleh.