Sekadau — Helikopter Airbus H130 dilaporkan hilang kontak di wilayah Sekadau, Kalimantan Barat, hanya lima menit setelah lepas landas, memicu operasi pencarian besar-besaran oleh tim SAR gabungan.
Pesawat dengan registrasi PK-CFX milik PT Matthew Air Nusantara itu lepas landas dari area perkebunan PT Citra Mahkota, Kecamatan Menukung, Kabupaten Melawi, menuju Kabupaten Kubu Raya pada pukul 08.34 WIB. Berdasarkan data AirNav, helikopter tersebut hilang kontak pada pukul 08.39 WIB dan tidak lagi terpantau radar maupun merespons komunikasi radio.
Sinyal darurat kemudian terdeteksi oleh Basarnas Command Center melalui sistem satelit COSPAS-SARSAT pada pukul 09.15 WIB, yang menangkap pancaran Emergency Locator Transmitter (ELT) dari pesawat tersebut.
Lokasi hilang kontak berada di sekitar Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, dengan kondisi medan berupa hutan lebat dan perbukitan terjal yang menyulitkan proses pencarian.
Dalam penerbangan itu, terdapat delapan orang di dalam helikopter, terdiri dari dua kru dan enam penumpang.
Tim SAR dari Pos Sintang telah diberangkatkan sejak pukul 11.00 WIB dan terus berupaya menembus lokasi melalui jalur darat bersama unsur gabungan dari TNI, Polri, BPBD, serta masyarakat setempat.
Upaya pencarian juga dilakukan melalui udara menggunakan helikopter Super Puma TNI AU yang lepas landas dari Lanud Supadio pada pukul 13.10 WIB.
Hasil pemantauan udara mengungkap adanya serpihan yang diduga bagian ekor helikopter pada jarak sekitar 3 kilometer ke arah barat dari titik awal hilang kontak. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada tim darat untuk mempercepat proses pencarian di lokasi.
Basarnas menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan operasi SAR dengan melibatkan seluruh potensi yang ada guna menemukan korban secepat mungkin.















