Scroll untuk baca artikel
AcehDaerahInfo PublikTerkini

Kapolda Aceh Serahkan 300 Kasur dan Dana Tunggu Hunian untuk Korban Banjir Bandang di Ketambe

122
×

Kapolda Aceh Serahkan 300 Kasur dan Dana Tunggu Hunian untuk Korban Banjir Bandang di Ketambe

Sebarkan artikel ini

Kutacane — Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah menyerahkan bantuan kemanusiaan berupa 300 unit kasur tidur, paket sembako, serta Dana Tunggu Hunian (DTH) kepada warga terdampak banjir bandang yang rumahnya hanyut di Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, Selasa (20/1/2026).

Ratusan kasur tersebut merupakan bantuan dari Kapolda Aceh bersama Yayasan PT Mapanbumi, Paramitha Foundation, dan Yayasan HOPE. Selain itu, Kapolda Aceh juga menyerahkan secara simbolis Dana Tunggu Hunian sebesar Rp1,8 juta untuk jangka waktu tiga bulan kepada para korban bencana.

Seluruh bantuan diantar langsung oleh Kapolda Aceh ke lokasi terdampak sebagai wujud kepedulian dan kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Aceh turut berinteraksi langsung dengan para korban banjir bandang. Abituren Akabri 1991 itu ingin melihat secara langsung kondisi warga sekaligus mendengar kebutuhan mendesak yang diperlukan, terutama menjelang bulan suci Ramadan yang akan datang.

“Saya bersama pejabat utama Polda Aceh, didampingi Kapolres Aceh Tenggara serta unsur Forkopimda, mengantar langsung bantuan kasur dan Dana Tunggu Hunian bagi korban banjir bandang di Ketambe. Sekaligus ingin menanyakan langsung apa saja kebutuhan mendesak masyarakat, khususnya menjelang bulan suci Ramadan,” ujar Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah di sela kunjungannya.

Kapolda Aceh juga mengajak seluruh pihak untuk terus memberikan dukungan dan perhatian secara berkelanjutan kepada para korban bencana, baik dalam pemenuhan kebutuhan dasar maupun proses pemulihan pascabencana.

Dalam kunjungan kerjanya tersebut, Kapolda Aceh turut menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada Kapolres Aceh Tenggara AKBP Yulhendri, unsur Forkopimda, serta seluruh elemen masyarakat atas sinergi dan kerja keras dalam penanganan bencana banjir bandang yang terjadi pada 27 November 2025 lalu.

Berkat kolaborasi dan kekompakan seluruh pihak, Kabupaten Aceh Tenggara tercatat sebagai daerah pertama yang berhasil menurunkan status dari tanggap darurat bencana ke tahap pemulihan pascabencana.

Marzuki menilai, semangat kebersamaan dan gotong royong yang ditunjukkan masyarakat tersebut sejalan dengan moto “sepakat segenep” yang menjadi identitas dan karakter Kabupaten Aceh Tenggara.