BALIKPAPAN – Patroli Siber Polda Kaltim terus memantau ruang digital guna mengantisipasi penyebaran konten menyesatkan yang hanya menampilkan sebagian peristiwa dan berpotensi memicu kesalahpahaman di masyarakat.
Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol Endar Priantoro mengingatkan masyarakat agar lebih bijak menggunakan media sosial dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang disajikan tanpa konteks yang utuh. Menurutnya, maraknya unggahan berupa potongan video maupun informasi parsial dapat membentuk persepsi yang keliru serta menimbulkan keresahan publik.
“Kami mengimbau kepada siapa pun yang memiliki niat membuat konten yang hanya menampilkan bagian tertentu dari suatu kejadian tanpa memperlihatkan keseluruhan peristiwa, agar menghentikan praktik tersebut. Konten seperti itu mungkin menguntungkan pembuatnya, tetapi dapat menimbulkan persepsi yang tidak baik dan memicu keresahan di masyarakat.”
Endar menegaskan, Polda Kalimantan Timur memiliki patroli siber yang secara aktif mengawasi berbagai aktivitas di media sosial. Pemantauan tersebut dilakukan untuk mengetahui latar belakang maupun motif di balik penyebaran informasi atau pembuatan konten tertentu.
“Kami memiliki patroli siber yang terus memantau perkembangan di media sosial. Dari situ akan terlihat apakah suatu unggahan terjadi karena kelalaian, ketidaktahuan, atau memang ada unsur kesengajaan yang dapat menimbulkan dampak tertentu di masyarakat.”
Ia menjelaskan, setiap unggahan yang menjadi perhatian akan dianalisis secara menyeluruh sebelum aparat mengambil langkah lanjutan. Dengan pendekatan tersebut, penanganan dapat dilakukan secara proporsional sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Meski memiliki mekanisme pengawasan digital, kepolisian tetap mengedepankan pendekatan edukatif dalam menjaga kualitas ruang informasi. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai dampak penyebaran informasi yang tidak utuh.
Kapolda juga mengajak masyarakat untuk lebih kritis dalam menerima setiap informasi yang beredar di media sosial. Ia menekankan pentingnya melakukan verifikasi sebelum mempercayai maupun menyebarkan sebuah informasi kepada orang lain.
“Marilah kita bersama-sama bijak melihat situasi yang sebenarnya terjadi. Jangan mudah terpancing oleh potongan informasi yang belum tentu menggambarkan fakta secara keseluruhan.”
Menurut Endar, tanggung jawab menjaga kualitas informasi tidak hanya berada di tangan aparat penegak hukum. Media massa, kreator konten, dan masyarakat juga memiliki peran penting dalam menciptakan ruang digital yang sehat serta bebas dari informasi yang menyesatkan.
Ia berharap sinergi seluruh elemen masyarakat terus diperkuat agar informasi yang beredar tetap akurat dan tidak menimbulkan keresahan yang dapat mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Pada era digital seperti sekarang, kita semua memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga agar informasi yang beredar tetap akurat dan tidak menimbulkan keresahan. Dengan demikian stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat dapat terus terjaga.”















