Scroll untuk baca artikel
BalikpapanInfo PublikTerkini

Perdana, Kapal Tanker Raksasa Sandar di Sarana Tambat Baru Lawe-Lawe, Perkuat Kesiapan Pasokan Minyak Mentah RDMP Balikpapan

138
×

Perdana, Kapal Tanker Raksasa Sandar di Sarana Tambat Baru Lawe-Lawe, Perkuat Kesiapan Pasokan Minyak Mentah RDMP Balikpapan

Sebarkan artikel ini

Balikpapan, 29 Desember 2025 — PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) mencatatkan tonggak penting dalam penguatan infrastruktur energi nasional melalui sandar perdana Kapal Tanker Raksasa Very Large Crude Carrier (VLCC) di sarana tambat baru Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Lawe-Lawe.

Kapal tanker berukuran raksasa tersebut berhasil sandar dan mengalirkan minyak mentah melalui fasilitas Single Point Mooring (SPM) berkapasitas 320.000 Deadweight Tonnage (DWT) pada periode 24–29 Desember 2025. Kegiatan ini sekaligus menandai pengisian perdana minyak mentah ke tangki penyimpanan baru di Terminal Crude Lawe-Lawe dengan kapasitas mencapai 1 juta barel.

Keberhasilan sandar dan pengisian perdana ini menunjukkan kesiapan fasilitas RDMP Lawe-Lawe dalam menerima pasokan minyak mentah skala besar secara aman, andal, dan berkelanjutan, serta menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem penerimaan minyak mentah guna mendukung kelancaran operasional kilang ke depan.

Pelaksanaan kegiatan ini merupakan hasil sinergi dan kolaborasi PT KPB bersama PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU V Balikpapan, PT Pertamina Marine Solutions (PMSOL), serta PT Patra Logistik, dengan tetap mengedepankan standar keselamatan, keamanan, dan keandalan operasional.

Direktur Utama PT Kilang Pertamina Balikpapan, Bambang Harimurti, menyampaikan bahwa capaian ini menjadi bagian strategis dalam mendukung ketahanan energi nasional.

“Keberhasilan sandar Kapal Tanker Raksasa dan pengisian perdana minyak mentah ke fasilitas baru ini memperkuat kesiapan infrastruktur energi nasional dalam mendukung peningkatan kapasitas kilang serta menjaga ketahanan energi Indonesia,” ujarnya.

Sarana tambat baru ini dirancang untuk melayani Kapal Tanker Raksasa dengan dukungan pipa bawah laut berdiameter 52 inci sepanjang 13,9 kilometer di lepas pantai serta 6,3 kilometer di darat menuju Terminal Crude Lawe-Lawe. Proses sandar hingga pengaliran minyak mentah dilakukan secara bertahap dan dipantau secara ketat sebagai bagian dari pengujian kesiapan operasional, dengan kapasitas alir rancangan mencapai 8.000 meter kubik per jam.

Selain fokus pada aspek teknis dan operasional, PT KPB juga mengedepankan nilai tanggung jawab sosial dan kebersamaan. Momentum sandar perdana ini dirangkaikan dengan doa bersama serta penyaluran santunan kepada Panti Asuhan Uswatun Khasanah dan bantuan fasilitas pendidikan bagi Pondok Pesantren Jannatul Firdaus, Penajam Paser Utara (PPU).

Vice President Legal & Relation PT Kilang Pertamina Balikpapan, Asep Sulaeman, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur energi harus berjalan seiring dengan manfaat bagi masyarakat.

“PT KPB tidak hanya membangun infrastruktur energi yang andal, tetapi juga memastikan kehadiran perusahaan memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat sekitar,” tutupnya.

Media Contact

Asep Sulaeman
Vice President Legal & Relation
PT Kilang Pertamina Balikpapan
📧 [email protected]