Scroll untuk baca artikel
Info PublikNTTSarTerkini

Polda NTT Konfirmasi Penemuan Satu Jenazah di Bangkai KM Putri Sakinah

117
×

Polda NTT Konfirmasi Penemuan Satu Jenazah di Bangkai KM Putri Sakinah

Sebarkan artikel ini

Manggarai Barat Tim SAR gabungan kembali menemukan satu jenazah yang diduga merupakan korban hilang akibat tenggelamnya KM Putri Sakinah. Jenazah ditemukan di kawasan perairan Selat Padar, Taman Nasional Komodo (TNK), Selasa (6/1/2026).

Jenazah ditemukan pada koordinat -8°38,87163’ 119°28,62259’, tepatnya di sekitar Pantai Pede, Pulau Komodo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.

Kabidhumas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., membenarkan penemuan tersebut.
“Benar, hari ini telah ditemukan satu jenazah yang diduga korban tenggelamnya KM Putri Sakinah. Saat ini jenazah masih dalam proses identifikasi di RS Komodo Labuan Bajo,” ujarnya.

Menurut Kabidhumas, penemuan bermula sekitar pukul 13.00 Wita, ketika dua nelayan Pulau Komodo, Saiful dan Hadi Kusuma, menemukan bangkai kamar kapal yang diduga merupakan bagian dari KM Putri Sakinah, kapal yang dilaporkan tenggelam di Selat Padar Utara pada 26 Desember 2025.

Kedua nelayan tersebut kemudian mengajak nelayan lain untuk menarik bangkai kamar kapal ke Pantai Pede menggunakan perahu. Setibanya di pantai, tercium bau menyengat sehingga bangkai kamar kapal dibongkar dan ditemukan satu jenazah di dalamnya.

“Setelah penemuan itu, nelayan segera menghubungi tim SAR gabungan untuk dilakukan evakuasi,” jelasnya.

Sekitar pukul 14.00 Wita, tim SAR gabungan bergerak menuju lokasi menggunakan RIB Syahbandar Labuan Bajo, RIB Basarnas Labuan Bajo, serta KN Puntadewa SAR Maumere. Tim tiba di lokasi pada pukul 14.30 Wita dan langsung mengevakuasi jenazah menggunakan kantong jenazah.

Jenazah kemudian diberangkatkan dari Pulau Komodo menuju Labuan Bajo pada pukul 16.40 Wita dan tiba sekitar pukul 18.10 Wita. Selanjutnya, jenazah dibawa ke RS Komodo Labuan Bajo untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Kabidhumas Polda NTT menambahkan, proses identifikasi masih dilakukan oleh Tim DVI Polda NTT, khususnya Biddokkes Polda NTT, dan kepastian identitas korban masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan, termasuk data primer seperti pemeriksaan gigi.

Ia juga menyampaikan bahwa Polda NTT menghormati permintaan pihak keluarga agar jenazah tidak ditampilkan ke publik, baik dalam dokumentasi maupun pemberitaan, sebagai bentuk penghormatan terhadap privasi dan nilai kemanusiaan.

“Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap korban lain yang diduga masih hilang. Situasi di lapangan aman dan terkendali,” pungkasnya.