Scroll untuk baca artikel
AdvertorialIndonesiaInfo PublikJakartaPolriTerkini

Polri Catat Arus Balik Mulai Meningkat, One Way Nasional Diberlakukan

122
×

Polri Catat Arus Balik Mulai Meningkat, One Way Nasional Diberlakukan

Sebarkan artikel ini

Jakarta — Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Satgas Humas Operasi Ketupat 2026 menyampaikan pembaruan situasi keamanan dan lalu lintas pada hari ke-12 pelaksanaan operasi, Selasa (24/3/2026).

Juru Bicara Polri Ops Ketupat 2026, Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan, menyatakan bahwa secara umum kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terpantau aman serta tidak ada kejadian menonjol dalam periode Senin (23/3) pukul 18.00 WIB hingga Selasa (24/3) pukul 06.00 WIB.

“Secara umum situasi kamtibmas aman dan kondusif, serta tidak terdapat kejadian menonjol,” ujar Kombes Pol. Jansen.

Ia menjelaskan bahwa pada periode tersebut tercatat 198 kasus kecelakaan lalu lintas dengan rincian 18 orang meninggal dunia, 52 orang luka berat, dan 468 orang luka ringan. Kerugian materiil akibat kejadian tersebut mencapai Rp534.150.051.

“Pada periode ini terdapat 198 kasus kecelakaan lalu lintas dengan rincian meninggal dunia 18 orang, luka berat 52 orang, dan luka ringan 468 orang. Dan atas kejadian ini menimbulkan kerugian materiil hingga Rp. 534.150.051,- Polri terus mengimbau masyarakat untuk menjaga keselamatan dalam berkendara.” jelasnya.

Selain itu, tercatat 497 pelanggaran lalu lintas yang terdiri dari 133 pelanggaran terekam ETLE, 47 pelanggaran non-ETLE, serta 317 teguran.

Sementara itu, volume lalu lintas menunjukkan peningkatan signifikan, khususnya kendaraan yang kembali menuju Jakarta. Kendaraan yang keluar Jakarta melalui empat gerbang tol utama tercatat sebanyak 167.939 unit atau meningkat 28,55 persen dibandingkan kondisi normal. Adapun kendaraan yang masuk Jakarta mencapai 225.293 unit atau naik 73,71 persen dari kondisi normal.

“Hal ini menunjukkan bahwa arus balik Lebaran sudah mulai meningkat, sehingga diperlukan langkah-langkah rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan,” ungkapnya.

Pada sektor transportasi umum, mobilitas masyarakat juga mengalami peningkatan. Jumlah penumpang kapal penyeberangan tercatat mencapai 273 ribu orang, penumpang kereta api sekitar 1,5 juta orang, serta penumpang pesawat sebanyak 189 ribu orang.

Untuk mengurai kepadatan arus balik, Polri memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa sistem one way nasional yang dimulai pukul 14.00 WIB dari KM 414 Kalikangkung hingga KM 70 menuju Jakarta.

“Kami akan memberlakukan one way nasional mulai pukul 14.00 WIB dari KM 414 Kalikangkung hingga KM 70 menuju Jakarta sebagai langkah mengurai kepadatan arus balik,” tegasnya.

Polri juga mengimbau masyarakat agar merencanakan perjalanan dengan baik, mematuhi pengaturan lalu lintas yang berlaku, serta tidak memaksakan diri jika kondisi fisik sedang lelah.

“Kami mengimbau masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan dengan baik, memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere atau WFA, serta tidak memaksakan diri apabila lelah. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” katanya.

Selain itu, masyarakat diingatkan untuk memanfaatkan kebijakan diskon tarif tol yang berlaku pada 26 hingga 27 Maret 2026 guna mengurangi potensi penumpukan kendaraan pada puncak arus balik.

“Kami juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan diskon tarif tol pada 26 hingga 27 Maret 2026 agar perjalanan lebih fleksibel dan tidak menumpuk pada satu waktu,” tambahnya.

Polri turut mengimbau masyarakat yang berwisata agar tetap mengutamakan keselamatan dan memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Jika membutuhkan bantuan atau menghadapi situasi darurat, masyarakat dapat menghubungi layanan kepolisian melalui nomor 110 yang tersedia selama 24 jam.

“Layanan 110 siap melayani masyarakat selama 24 jam untuk membantu berbagai kebutuhan dan kondisi darurat di perjalanan,” tutupnya.

Polri bersama seluruh pemangku kepentingan menyatakan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik guna memastikan arus balik Lebaran 2026 berlangsung aman, tertib, dan lancar.