Scroll untuk baca artikel
BalikpapanInfo PublikKalimantan TimurKubarKuKarPaserSamarindaTerkini

Program BSPS 2025 Rampung di Kaltim, Rumah Warga Balikpapan Kini Lebih Aman dan Layak Huni

193
×

Program BSPS 2025 Rampung di Kaltim, Rumah Warga Balikpapan Kini Lebih Aman dan Layak Huni

Sebarkan artikel ini

BALIKPAPAN — Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun 2025 di Kalimantan Timur menunjukkan capaian positif. Sejumlah rumah warga penerima bantuan di Kota Balikpapan telah selesai direnovasi dan kini dinyatakan layak huni, memberikan kenyamanan dan keamanan yang lebih baik bagi penghuninya.

Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (P3KP) Kalimantan II mendampingi kunjungan Direktur Pembangunan Perumahan Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Rini Dyah Mawarty, ke rumah-rumah penerima BSPS pada Rabu (24/12/2025).

Kunjungan tersebut dilakukan di tiga lokasi, yakni Kelurahan Manggar Baru, Kecamatan Balikpapan Timur; Kelurahan Sepinggan, Kecamatan Balikpapan Selatan; serta Kelurahan Margomulyo, Kecamatan Balikpapan Barat.

Di setiap lokasi, Rini Dyah Mawarty meninjau langsung hasil renovasi rumah warga sekaligus berdialog dengan penerima bantuan. Ia menggali informasi terkait besaran bantuan yang diterima, kondisi rumah sebelum direnovasi, jenis perbaikan yang dilakukan, hingga aktivitas ekonomi warga penerima manfaat.

Salah satu penerima BSPS, Amir (50), warga Kelurahan Manggar Baru, mengungkapkan bahwa kondisi rumahnya kini jauh lebih nyaman dibandingkan sebelumnya.

“Alhamdulillah rumah saya sudah selesai. Sekarang atap tidak bocor lagi. Dulu kalau hujan pasti air masuk. Seng, dinding, kusen semuanya sudah diganti,” kata Amir.

Ia menjelaskan bahwa bantuan yang diterimanya sebesar Rp20 juta, dengan alokasi Rp17,5 juta untuk pembelian bahan bangunan dan Rp2,5 juta untuk upah tukang. Amir yang sehari-hari bekerja menjemur dan menjual ikan asin juga melibatkan keluarga serta tetangga dalam proses renovasi melalui semangat gotong royong.

Kepala Balai P3KP Kalimantan II, Anggoro Putro, menyampaikan bahwa keberhasilan renovasi rumah Amir mencerminkan tujuan utama Program BSPS, yaitu mendorong partisipasi aktif dan kemandirian masyarakat.

“BSPS bukan sekadar bantuan dana Rp 20 juta, tetapi mendorong kemandirian dan gotong royong. Pak Amir menunjukkan bagaimana masyarakat bisa berperan aktif, dibantu keluarga dan tetangga, sehingga rumah benar-benar menjadi layak huni,” ujar Anggoro.

Ia menambahkan, pada tahun 2025 terdapat 655 penerima BSPS di Kalimantan Timur yang tersebar di Kota Samarinda, Balikpapan, dan Bontang, serta Kabupaten Penajam Paser Utara, Paser, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Kutai Barat, dan Berau.

Manfaat serupa juga dirasakan Elsi, seorang ibu rumah tangga di Kelurahan Sepinggan, Balikpapan Selatan. Ia menyebut kondisi rumahnya kini jauh lebih baik setelah dilakukan perbaikan.

“Dulu atap bocor dan dinding kayu sudah rusak. Sekarang rumah sudah bagus, kalau hujan tidak bocor lagi. Terima kasih atas bantuan ini,” kata Elsi.

Anggoro menambahkan bahwa pemerintah berencana meningkatkan kuota penerima BSPS pada tahun mendatang, sejalan dengan target nasional Program Tiga Juta Rumah.

“Kami berharap sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat terus terjaga agar program ini berjalan optimal dan semakin banyak warga yang memiliki rumah layak huni,” tuturnya.

Dalam kunjungan tersebut, turut hadir jajaran Balai P3KP Kalimantan II, Kepala Seksi Wilayah I dan II, Satuan Kerja PKP Kalimantan Timur, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Program BSPS, serta perwakilan Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Balikpapan, aparatur kelurahan, RT, dan tokoh masyarakat setempat.