Scroll untuk baca artikel
Info PublikKalimantan UtaraNunukanTerkini

Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarmed 4/Parahyangan Gagalkan Penyelundupan Miras dan Munisi di Longmidang

129
×

Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarmed 4/Parahyangan Gagalkan Penyelundupan Miras dan Munisi di Longmidang

Sebarkan artikel ini

NUNUKAN – Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI–Malaysia Wilayah Kaltara/Kaltim Sektor Barat Yonarmed 4/Parahyangan Kodam III/Siliwangi berhasil menggagalkan upaya penyelundupan minuman keras (miras) dan munisi ilegal yang masuk dari Malaysia ke Indonesia di wilayah perbatasan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Pengungkapan tersebut dilakukan prajurit Pos Gabungan (Gabma) Longmidang, Distrik Krayan, Rabu (21/1/2026), saat melaksanakan pemeriksaan rutin terhadap kendaraan lintas batas yang melintas dari wilayah Malaysia menuju Indonesia.

Dansatgas Pamtas Yonarmed 4/Parahyangan, Letkol Arm Januar Idrus, S.H., M.I.P., menjelaskan bahwa barang terlarang ditemukan disembunyikan di antara bahan kebutuhan pokok dalam bak mobil serta di dalam tas milik pengemudi berinisial JP, warga Long Bawan, Krayan.

“Dalam pemeriksaan, personel menemukan ratusan botol dan kaleng minuman keras berbagai merek, serta empat butir munisi ilegal,” ujar Januar Idrus.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan meliputi 144 kaleng Anchoor, 48 botol Lucky, 180 botol Golden Starz, 144 kaleng Guinness, serta 4 butir munisi jenis penabur. Seluruh barang bukti beserta pelaku langsung diamankan dan dilaporkan secara berjenjang sesuai prosedur yang berlaku.

Ia menegaskan, keberhasilan tersebut merupakan bentuk komitmen Satgas Pamtas dalam menjaga kedaulatan wilayah perbatasan sekaligus mencegah berbagai aktivitas ilegal lintas negara.

“Keberadaan Satgas Pamtas tidak hanya untuk menjaga batas wilayah negara, tetapi juga memberikan rasa aman kepada masyarakat dengan menekan peredaran barang ilegal, miras, dan potensi ancaman lainnya di wilayah perbatasan,” tegasnya.

Selain tindakan penegakan hukum, Satgas Pamtas juga terus mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif dalam membangun kesadaran masyarakat.

“Kami mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban wilayah perbatasan demi terciptanya situasi yang aman, kondusif, dan sejahtera,” pungkas Letkol Arm Januar Idrus.