Scroll untuk baca artikel
AdvertorialDaerahSarTerkini

Seluruh Korban Kapal Ferry Tenggelam di Ujoh Halang Ditemukan, Operasi SAR Resmi Ditutup

175
×

Seluruh Korban Kapal Ferry Tenggelam di Ujoh Halang Ditemukan, Operasi SAR Resmi Ditutup

Sebarkan artikel ini

Ujoh Halang, Kutai Barat — Tim SAR Gabungan dari Basarnas Balikpapan bersama berbagai unsur terkait berhasil menemukan seluruh korban tenggelamnya kapal ferry di Perairan Ujoh Halang, Kabupaten Kutai Barat. Kapal yang mengangkut 28 penumpang itu mengalami kecelakaan di Sungai Mahakam pada awal pekan ini. Dari total penumpang, 20 orang berhasil selamat, sementara 8 orang ditemukan meninggal dunia.

Pencarian hari kedua pada Rabu (12/11/2025) diawali dengan briefing pukul 07.00 Wita di Posko SAR sebelum tim bergerak ke lokasi sesuai rencana operasi. Proses pencarian dilakukan dengan penyisiran permukaan air, observasi lokasi kapal tenggelam, dan penyelaman oleh tim khusus yang terdiri dari personel Basarnas dan Brimob Pas Pelopor 2.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Balikpapan, Endrow Sasmita, S.E., M.M., menyampaikan hasil operasi pada hari kedua.

“Hasil pencarian hari kedua mencatat delapan korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban pertama atas nama Marselus Bouk alias Cello (24) ditemukan pukul 06.00 Wita pada koordinat 0°3’31.60″S 115°36’56.30″E dengan jarak 3,69 KM dari titik kejadian. Disusul penemuan korban lainnya atas nama Anci Anwar (50), Dedy (30), Yanto (40), Ilham (27), Asmanu/Bogel (55), dan Ira (24) di lokasi yang berbeda dengan jarak antara 100 meter hingga 13 kilometer dari lokasi kejadian,” ujarnya.

Endrow menambahkan bahwa upaya penyelaman sempat dilakukan pada pukul 15.00 Wita untuk meninjau badan kapal, namun kegiatan tersebut dihentikan karena arus deras yang membahayakan penyelam.

“Upaya penyelaman untuk meninjau badan kapal sempat dilakukan pada pukul 15.00 Wita, namun kegiatan tersebut dihentikan karena kondisi arus yang sangat deras sehingga membahayakan penyelam,” tambahnya.

Meski begitu, operasi pencarian terus dilanjutkan melalui penyisiran permukaan sungai hingga menjelang sore. Pada pukul 17.30 Wita, tim melaksanakan debriefing di Posko SAR Pelabuhan Ferry Muara Leban, dengan hasil 7 korban ditemukan meninggal dunia dan 1 korban masih dalam pencarian.

Pencarian dilanjutkan malam harinya hingga akhirnya, pada pukul 22.19 Wita, tim berhasil menemukan korban terakhir bernama Pendy (30) dalam kondisi meninggal dunia pada koordinat 0°04’21.3″S 115°39’45.0″E atau berjarak 10,7 KM dari lokasi kejadian. Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Harapan Insan Sendawar Barong Tongkok.

“Terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan, dengan ditemukannya seluruh korban maka operasi SAR diusulkan ditutup dan seluruh unsur kembali ke kesatuannya masing-masing,” ujar Endrow.

Operasi besar ini melibatkan berbagai instansi, termasuk Tim Rescue Kantor SAR Balikpapan, Polres Kutai Barat, Brimob Kompi 2, Polairud Res Kutai Barat, BPBD Provinsi Kaltim dan Kutai Barat, Dinas Perhubungan, TNI, tenaga medis, serta masyarakat setempat.

Dalam operasi tersebut digunakan berbagai alat pendukung seperti rubber boat, speedboat, drone thermal, dan peralatan selam, yang berperan penting dalam mempercepat proses pencarian di tengah kondisi arus Sungai Mahakam yang deras.