Scroll untuk baca artikel
AdvertorialBalikpapanDaerahPemkot Balikpapan

Semangat Jihad Santri Jadi Fondasi Peradaban Dunia, Pesan Wali Kota Balikpapan

255
×

Semangat Jihad Santri Jadi Fondasi Peradaban Dunia, Pesan Wali Kota Balikpapan

Sebarkan artikel ini

Balikpapan — Peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Kota Balikpapan berlangsung sederhana namun khidmat. Dengan tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia”, kegiatan ini menjadi refleksi untuk meneguhkan kembali semangat kebangsaan dan nilai-nilai keislaman di tengah tantangan zaman.

Wali Kota Balikpapan, Dr. H. Rahmad Mas’ud, SE, ME, menegaskan bahwa Hari Santri bukan hanya seremonial tahunan, tetapi pengingat akan peran besar ulama dan santri dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

“Kita belum lahir saat bangsa ini merdeka. Namun semangat para ulama, kiai, dan santri yang mengorbankan segalanya untuk negeri ini harus terus kita isi dengan karya dan nilai kebangsaan,” ujar Rahmad Mas’ud di hadapan para santri dan tokoh agama, Rabu (22/10/2025).

Ia menekankan bahwa semangat santri adalah semangat menjaga keutuhan NKRI yang dibangun atas persatuan dan kebersamaan. Rahmad mengingatkan agar generasi penerus tidak mudah terpecah oleh kepentingan kelompok atau pribadi.

“NKRI harga mati. Jangan sampai cita-cita para pahlawan dan ulama tergadaikan karena kepentingan pribadi,” tegasnya.

Menurutnya, santri masa kini harus menjadi pelopor kemajuan bangsa. Santri tak hanya identik dengan pesantren, tetapi juga siapa pun yang mengamalkan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin, mencintai tanah air, dan berkontribusi bagi bangsa.

“Santri juga harus mampu berdiri sejajar dengan bangsa lain melalui ilmu pengetahuan, teknologi, dan akhlak mulia,” ujarnya.
“Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Itulah nilai yang harus dipegang santri.”

Rahmad menambahkan, Pemerintah Kota Balikpapan berkomitmen memperkuat pendidikan keagamaan dan pemberdayaan pesantren, termasuk peningkatan literasi digital dan pembinaan karakter generasi muda.

“Balikpapan dikenal sebagai kota global yang nyaman dalam bingkai Madinatul Iman. Kami berkomitmen memperkuat pendidikan keagamaan dan karakter agar santri berperan aktif di era digital,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa santri harus tangguh secara spiritual, moral, dan intelektual dalam menghadapi arus globalisasi.

“Peradaban dunia tidak akan lahir tanpa fondasi moral dan spiritual santri Indonesia. Dari pesantren lahir kekuatan besar yang menginspirasi dunia — dari Balikpapan untuk Indonesia, dari Indonesia untuk dunia,” tutupnya.

Peringatan ini menjadi pengingat pentingnya menjaga semangat resolusi jihad 1945 dan meneruskannya melalui gerakan keagamaan yang damai dan berperadaban.