Scroll untuk baca artikel
AdvertorialIndonesiaInfo PublikKalimantan UtaraNunukanTerkiniTNI

Sinergi TNI dan Bea Cukai Amankan 8 Karung Ballpress Ilegal di Perbatasan Nunukan

115
×

Sinergi TNI dan Bea Cukai Amankan 8 Karung Ballpress Ilegal di Perbatasan Nunukan

Sebarkan artikel ini

Nunukan – Sinergitas aparat berhasil menggagalkan dugaan penyelundupan ballpress pakaian bekas impor ilegal di wilayah perbatasan utara Kalimantan. Pada Senin (23/02/2026), delapan karung ballpress diserahkan kepada Bea Cukai Nunukan di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Nunukan.

Barang bukti tersebut merupakan hasil temuan tim gabungan TNI pada Minggu malam (22/2/2026) di Desa Mansalong, Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Tim gabungan terdiri dari Satgas BAIS, Satgas Intel Kodam VI/Mulawarman, Intel Korem 092/Maharajalila, serta Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonkav 13/SL.

Pengungkapan bermula dari informasi masyarakat mengenai tumpukan karung mencurigakan yang ditutup terpal hitam di pinggir sungai. Setelah dilakukan pengecekan, ditemukan delapan karung ballpress yang masih tersegel kawat dan diduga berisi pakaian bekas impor ilegal.

Selanjutnya, barang bukti diamankan ke Pos Koki Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonkav 13/SL sebelum dikirim ke Pelabuhan Tunontaka Nunukan untuk pemeriksaan menggunakan X-ray. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh karung berisi pakaian bekas campuran dengan estimasi total sekitar 800–1.000 potong dan nilai perkiraan mencapai ± Rp40.000.000.

Temuan ini mengindikasikan bahwa praktik penyelundupan melalui jalur sungai maupun jalur tidak resmi di wilayah perbatasan masih berlangsung, dengan modus penimbunan sementara (drop system) sebelum didistribusikan. Selain berpotensi merugikan negara dari sisi kepabeanan, praktik tersebut juga berdampak pada pelaku usaha tekstil dalam negeri dan berisiko terkait dengan jaringan lintas batas.

Kapendam VI/Mulawarman, Gatot Teguh Waluyo, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan bentuk komitmen TNI dalam menjaga stabilitas dan kedaulatan wilayah perbatasan.

“Kami tidak akan memberi ruang terhadap segala bentuk aktivitas ilegal yang merugikan negara. Sinergi antar satuan dan dukungan masyarakat menjadi kunci dalam setiap pengungkapan,” ucapnya.

“Kodam VI/Mulawarman akan terus meningkatkan patroli dan pengawasan di jalur-jalur rawan guna menutup celah penyelundupan,” tegasnya.