Scroll untuk baca artikel
AdvertorialInfo PublikTerkini

Sinergi TPID Dorong Business Matching Produsen Pangan dengan Mitra SPPG-MBG

109
×

Sinergi TPID Dorong Business Matching Produsen Pangan dengan Mitra SPPG-MBG

Sebarkan artikel ini

Dalam rangka memperkuat pengendalian inflasi daerah dan mitigasi gejolak harga pangan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan mempererat sinergi dengan Pemerintah Kota Balikpapan, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dan Pemerintah Kabupaten Paser melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui fasilitasi kerja sama pasokan antara produsen dan distributor pangan lokal dengan mitra supplier SPPG–MBG di tiga wilayah kerja KPwBI Balikpapan. Langkah ini dinilai strategis seiring rencana peningkatan jumlah SPPG yang akan beroperasi pada 2026, sehingga diperlukan strategi mitigasi untuk memastikan ketersediaan pasokan bahan pangan tetap terjaga tanpa memicu inflasi.

Pimpinan daerah selaku Ketua TPID di masing-masing wilayah menegaskan pentingnya sinergi tersebut dan berharap terjalin kerja sama yang saling menguntungkan. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan juga menekankan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat mendorong pemanfaatan produk pangan lokal sebagai prioritas dalam menu MBG.

“Program MBG diharapkan mampu memberikan multiplier effect ekonomi yang signifikan bagi daerah melalui perputaran ekonomi dari pengadaan bahan pangan, sehingga turut mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.

Pelaksanaan Business Matching

Fasilitasi penjajakan kerja sama melalui business matching telah dilaksanakan oleh TPID Kota Balikpapan, TPID Kabupaten PPU, dan TPID Kabupaten Paser pada 4–5 Februari di Balikpapan, 9 Februari di Paser, serta 10 Februari di Penajam.

Dalam kegiatan tersebut, dipaparkan informasi ketersediaan pasokan dari masing-masing daerah, baik hasil produksi petani, peternak, pembudidaya ikan, maupun distributor yang memasok dari luar wilayah. Produsen dan distributor juga menyampaikan profil usaha serta potensi pasokan yang dapat dikerjasamakan dengan mitra SPPG-MBG.

Dari sisi kebutuhan, mitra SPPG dan SPPG menyampaikan jenis komoditas yang dibutuhkan secara periodik, seperti sayuran, buah-buahan, telur ayam ras, daging ayam ras, daging sapi, serta produk olahan seperti tahu dan tempe sesuai menu yang telah disepakati. Kepala KPPG Balikpapan turut memaparkan perkembangan operasional SPPG, kebutuhan komoditas bulanan, dan struktur biaya MBG per penerima manfaat.

Pendalaman dan Tindak Lanjut

Sebagai tindak lanjut, TPID Kota Balikpapan menyusun booklet profil produsen dan distributor pangan sebagai referensi bagi mitra SPPG dalam proses pendalaman kerja sama. Pendalaman khusus wilayah Balikpapan dilaksanakan pada 9 Februari 2026, mencakup pembahasan spesifikasi produk, volume pasokan, periode ketersediaan, dan harga.

Melalui koordinasi yang dipimpin Kepala Bappedalitbang Balikpapan, teridentifikasi delapan kesepakatan awal antara produsen/distributor dengan mitra SPPG di Balikpapan. Kesepakatan tersebut direncanakan untuk difinalisasi dan ditandatangani pada 18 Februari 2026 dalam High Level Meeting (HLM) TPID gabungan Balikpapan, PPU, dan Paser.

Untuk wilayah Paser, tahap awal diprioritaskan pada kerja sama pasokan telur ayam ras, sementara di PPU difokuskan pada produk tahu dan tempe. Ke depan, akan difasilitasi business matching skala lebih besar seiring bertambahnya operasionalisasi SPPG.

Sinergi lintas daerah ini diharapkan tidak hanya menjaga stabilitas harga pangan menjelang momentum penting 2026, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan daerah serta meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha lokal melalui integrasi rantai pasok yang berkelanjutan.