Aceh Tengah — Ancaman tanah longsor di sisi jalan Kampung Lukup Sabun Barat tidak menyurutkan semangat warga. Justru, dari kondisi tersebut tumbuh kebersamaan dan solidaritas kuat antara Polri dan masyarakat demi menjaga keselamatan akses jalan.
Setelah terjadinya longsor, personel Polsek Kute Panang bersama warga langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Kegiatan gotong royong lanjutan ini berlangsung selama dua hari, Rabu hingga Kamis, 14–15 Januari 2026, di ruas jalan Kampung Lukup Sabun Barat, Kecamatan Kute Panang. Jalan tersebut merupakan jalur vital penghubung Kabupaten Aceh Tengah dengan Kabupaten Bener Meriah.
Pada sejumlah titik yang rawan pergerakan tanah, personel Polsek dan warga memasang tiang-tiang bambu sebagai penahan dinding jalan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya sementara untuk menahan tekanan tanah dan menjaga kestabilan badan jalan agar tetap aman dilalui, (15/1/2026).
Kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolsek Kute Panang Iptu Kamarudin, S.H., dan diikuti Reje Kampung Lukup Sabun Barat, personel Polsek Kute Panang, Bhabinkamtibmas, aparatur kampung, serta masyarakat setempat. Seluruh unsur bergotong royong tanpa sekat, dengan satu tujuan menjaga jalan yang menjadi urat nadi kehidupan warga, mulai dari akses anak-anak ke sekolah, aktivitas pertanian, hingga distribusi kebutuhan sehari-hari.
Kapolsek Kute Panang Iptu Kamarudin, S.H. menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana alam.
“Kami bersama masyarakat bergerak cepat melakukan penanganan sementara untuk mencegah longsor lanjutan. Jalan ini sangat vital bagi aktivitas warga, sehingga harus dijaga bersama demi keselamatan,” ujar Iptu Kamarudin, S.H., di sela kegiatan.
Ia menambahkan, pemasangan bambu penahan tanah dilakukan sebagai solusi darurat sambil menunggu penanganan lanjutan dari instansi terkait.
“Upaya ini memang bersifat sementara, kami berharap risiko longsor dapat diminimalkan dan jalan tetap aman dilalui,” tambahnya.
Sementara itu, Reje Kampung Lukup Sabun Barat menyampaikan apresiasi atas keterlibatan langsung jajaran Polsek Kute Panang yang turun bergotong royong bersama warga.
“Kami sangat berterima kasih kepada Kapolsek dan seluruh personel Polsek Kute Panang yang hadir dan bekerja bersama masyarakat. Kehadiran polisi memberi kami rasa aman dan semangat untuk menjaga akses jalan kampung ini,” ungkapnya.
Hal serupa juga disampaikan oleh salah seorang warga yang ikut bergotong royong sejak pagi hari.
“Kalau jalan ini sampai amblas, aktivitas kami akan terganggu. Alhamdulillah polisi turun langsung membantu. Ini bukan sekadar kerja bakti, tapi bentuk kebersamaan,” ujarnya.
Gotong royong ini bertujuan mencegah terjadinya longsor lanjutan atau amblasnya badan jalan yang dapat membahayakan pengguna jalan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi gambaran nyata kuatnya sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana alam, sekaligus menunjukkan bahwa Polri hadir bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra dan bagian dari masyarakat.















