Scroll untuk baca artikel
AdvertorialBalikpapanInfo PublikTerkini

Susun Renstra–Renja TJSL 2026, Kilang Pertamina RU V Balikpapan Fokuskan Program Berbasis Kebutuhan Warga

107
×

Susun Renstra–Renja TJSL 2026, Kilang Pertamina RU V Balikpapan Fokuskan Program Berbasis Kebutuhan Warga

Sebarkan artikel ini

Balikpapan – Kilang Pertamina Refinery Unit (RU) V Balikpapan terus memperkuat komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang tepat sasaran dan berdampak nyata. Salah satunya melalui Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Kerja (Renja) Program TJSL Tahun 2026 yang digelar di Gedung Restorasi Banua Patra, Selasa (3/2/2026).

Forum ini menjadi ruang diskusi antara perusahaan dan para pemangku kepentingan untuk merumuskan program TJSL yang mampu menjawab persoalan sosial dan lingkungan di masyarakat, sekaligus selaras dengan arah pembangunan daerah.

Kepala Bappeda Litbang Kota Balikpapan, Murni, yang hadir sebagai narasumber utama, memaparkan konsep pembangunan di tingkat kelurahan yang telah disusun Pemerintah Kota Balikpapan.

“Pemerintah telah memiliki solusi kebijakan untuk mengatasi beberapa persoalan pembangunan di tingkat kota melalui konsep Kelurahan MADANI (Mandiri, Adaptif & Inovatif). Kelurahan MADANI tersebut memiliki fokus utama penyelesaian masalah yakni penurunan stunting, pengelolaan sampah serta pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) & Ekonomi Kreatif,” jelas Murni.

FGD ini turut dihadiri sejumlah perangkat daerah dan mitra strategis, di antaranya BPBD, DLH, Dinas Kesehatan, Dinas Ketenagakerjaan, Dinas Sosial, Dinas Pertanian, Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian, DP3AKB, para lurah wilayah ring 1, serta mitra dan kelompok binaan Pertamina RU V Balikpapan.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina RU V Balikpapan, Dodi Yapsenang, menegaskan bahwa keberhasilan program pemberdayaan masyarakat tidak dapat dicapai tanpa kolaborasi lintas pihak.

“Melalui kegiatan ini kami harap dapat menerima banyak masukan dan saran dari Bapak dan Ibu sekalian. Kami berharap program CSR kami dapat kita kawal bersama dan kita sukseskan melalui kerja sama multi pihak. Tentunya kami tidak dapat berjalan sendiri tanpa adanya bantuan dan dukungan dari berbagai Dinas dan Instansi terkait,” ungkap Dodi.

Dalam proses penyusunan Renstra dan Renja TJSL 2026, perusahaan aktif menjaring aspirasi dan kebutuhan lapangan agar program yang dirancang benar-benar tepat sasaran. Diskusi dan sesi tanya jawab menjadi fondasi awal dalam merumuskan program yang memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Masukan juga datang dari unsur kelurahan dan tokoh masyarakat. Saran tersebut dinilai penting agar program TJSL sejalan dengan kebutuhan warga sekaligus mendukung program pemerintah daerah.

Salah satu isu prioritas yang mengemuka dalam FGD adalah pengelolaan sampah. Pertamina RU V Balikpapan menegaskan komitmennya mendorong pengelolaan sampah berbasis pemberdayaan masyarakat melalui sinergi multipihak. Pendekatan ini tidak hanya berorientasi pada kebersihan lingkungan, tetapi juga pada penciptaan nilai tambah ekonomi dan sosial.

Berdasarkan data DLH Kota Balikpapan, Pasar Pandan Sari di Balikpapan Barat menghasilkan sekitar 20 ton sampah per hari. Jumlah tersebut dinilai masih dapat ditekan melalui sistem pengelolaan sampah yang baik dan terintegrasi.

DLH Kota Balikpapan menyoroti pentingnya peran kelompok Bank Sampah, seperti yang telah dibina Pertamina RU V Balikpapan di Kelurahan Baru Tengah dan Kelurahan Muara Rapak.

Kepala Bidang Kebersihan DLH Kota Balikpapan, Dodi Yulianto, menekankan perlunya integrasi pengelolaan sampah dengan pengembangan UMKM dan upaya penurunan stunting.

“Kita dapat membuat satu program yang jelas dan terintegrasi seperti Budidaya Maggot untuk mengolah sampah organik. Maggot tersebut dapat menjadi pakan ayam petelur yang nantinya dapat menjadi sumber makanan tambahan bagi bayi dan balita di Posyandu,” tutup Dodi.

Melalui penyusunan Renstra dan Renja TJSL 2026 ini, Pertamina RU V Balikpapan berharap program-program sosial dan lingkungan yang dijalankan dapat semakin relevan, berkelanjutan, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Balikpapan.