Scroll untuk baca artikel
BalikpapanInfo PublikKalimantan TimurNusantaraOpiniTerkini

Tol Akses IKN di Karangjoang Alami Penurunan Struktur, BBPJN Kaltim Pastikan Ditangani Penyedia Jasa

120
×

Tol Akses IKN di Karangjoang Alami Penurunan Struktur, BBPJN Kaltim Pastikan Ditangani Penyedia Jasa

Sebarkan artikel ini

Balikpapan — Ruas jalan tol akses menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Segmen 3A2 kawasan Karangjoang, Balikpapan Utara, mengalami gangguan struktur berupa penurunan slab on pile akibat pergerakan tanah setelah diguyur hujan berintensitas tinggi.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (8/1/2026) dan langsung mendapatkan penanganan awal dari pihak pelaksana proyek. Area yang terdampak memiliki panjang sekitar 82,5 meter.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur, Yudi Hardiana, menjelaskan bahwa pergerakan tanah dipicu oleh akumulasi air hujan yang tinggi dalam durasi cukup lama.

“Curah hujan yang tinggi menyebabkan timbunan di area disposal bergerak, sehingga mengakibatkan penurunan pada struktur slab on pile,” ujar Yudi saat dikonfirmasi, Minggu (11/1/2026).

Ia menyebutkan, hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut sejak Rabu (7/1/2026) sore hingga Kamis pagi, sejalan dengan peringatan BMKG yang menetapkan wilayah Kalimantan Timur dalam status waspada hujan lebat sepanjang Januari 2026.

Sebagai langkah awal, BBPJN Kaltim bersama penyedia jasa telah melakukan pengamanan lokasi untuk mencegah kerusakan yang lebih luas.

“Kami melakukan penataan ulang timbunan hingga mencapai kondisi aman serta stabilisasi sementara pada struktur yang mengalami penurunan,” jelasnya.

Yudi menegaskan bahwa ruas tol tersebut masih dalam tahap konstruksi, sehingga seluruh proses penanganan dan pembiayaan menjadi tanggung jawab penyedia jasa.

Untuk penanganan permanen, struktur slab on pile yang terdampak akan dibongkar, dibersihkan, dan dibangun kembali sesuai standar teknis yang berlaku.

“Perbaikan jangka panjang akan dilakukan secara menyeluruh agar struktur benar-benar aman dan memenuhi spesifikasi,” tegasnya.

Selain itu, BBPJN Kaltim juga menyiapkan langkah mitigasi di sepanjang trase tol. Seluruh struktur slab on pile akan disurvei ulang guna memastikan tidak terdapat potensi gangguan serupa di titik lainnya.

Langkah antisipasi yang disiapkan meliputi pembangunan crossing drain pada setiap slab, peningkatan kapasitas saluran air hulu dan hilir, penguatan kaki timbunan, pengaturan jalur limpasan air, serta pemantauan rutin, terutama saat curah hujan tinggi.

BBPJN Kaltim menargetkan seluruh pekerjaan perbaikan rampung pada Maret 2026, sehingga ruas tol tersebut dapat difungsikan secara terbatas untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran.

“Kami optimistis pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target dan tol ini bisa digunakan secara fungsional,” pungkas Yudi.