Scroll untuk baca artikel
BalikpapanBNNK BalikpapanInfo PublikTerkini

BNNK Balikpapan Ungkap Tiga Kasus Narkotika Sepanjang 2025, Sita 4,4 Kilogram Barang Bukti

159
×

BNNK Balikpapan Ungkap Tiga Kasus Narkotika Sepanjang 2025, Sita 4,4 Kilogram Barang Bukti

Sebarkan artikel ini

Balikpapan — Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Balikpapan mencatat capaian signifikan dalam penanganan kasus narkotika sepanjang tahun 2025. Sepanjang periode tersebut, BNNK Balikpapan berhasil mengungkap tiga kasus narkotika dengan total barang bukti mencapai sekitar 4,4 kilogram bruto.

Kepala BNNK Balikpapan Kombes Pol Bonifasio Rio Rahadianto menjelaskan, tiga kasus tersebut terdiri dari dua kasus narkotika jenis sabu dan satu kasus ganja. Salah satu kasus sabu melibatkan seorang warga negara asing (WNA) dengan barang bukti seberat 2.022,4 gram bruto.

“Selain itu, kami juga mengungkap satu kasus sabu seberat 1.500 gram bruto yang melibatkan pelaku perempuan asal Aceh, serta satu kasus ganja dengan barang bukti 889 gram bruto,” ujar Bonifasio saat ditemui, Selasa (30/12/2025).

Bonifasio menegaskan, seluruh proses penanganan perkara dilakukan secara profesional dan terukur melalui sinergi dengan BNN Provinsi Kalimantan Timur. Menurutnya, pengungkapan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menekan peredaran gelap narkotika di wilayah Balikpapan.

Selain penindakan, BNNK Balikpapan juga mencatat peningkatan signifikan dalam layanan Tim Asesmen Terpadu (TAT). Sepanjang 2025, layanan TAT terealisasi terhadap 52 orang, jauh melampaui target awal yang ditetapkan sebanyak 14 orang.

“Capaian ini menunjukkan tingginya kebutuhan asesmen untuk menentukan pendekatan rehabilitasi yang tepat dalam penanganan kasus narkotika,” jelasnya.

Di bidang pencegahan dan pemberdayaan masyarakat, BNNK Balikpapan melaksanakan 118 kegiatan sosialisasi atau Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) dengan total peserta mencapai 16.041 orang. Peserta didominasi oleh pelajar dan mahasiswa sebanyak 11.570 orang, diikuti masyarakat umum 2.688 orang, serta kalangan pekerja sebanyak 1.783 orang.

Penguatan wilayah dilakukan melalui penetapan Kelurahan Baru Ilir sebagai Wilayah Binaan Program Kelurahan Bersinar (Bersih Narkoba) Tahun 2025. Selain itu, BNNK Balikpapan juga mendorong ketahanan keluarga melalui pendidikan keluarga dan pelatihan keterampilan pengasuhan (parenting skill) kepada 20 keluarga.

Dalam mendukung program P4GN, BNNK Balikpapan membentuk 50 relawan dan 30 penggiat sebagai motor penggerak di lingkungan masyarakat. Upaya deteksi dini dilakukan melalui tes urin kolektif terhadap 4.964 peserta, dengan hasil 4.905 orang dinyatakan negatif dan 59 orang positif.

Sementara di bidang rehabilitasi, Klinik IPWL BNNK Balikpapan melayani 63 klien sepanjang 2025. Rinciannya, 36 orang menjalani rehabilitasi rawat jalan, 20 orang mengikuti asesmen, dan tujuh orang dirujuk ke rehabilitasi rawat inap.

“Mayoritas klien berada pada usia produktif 17–25 tahun dan 26–35 tahun. Narkotika jenis sabu masih menjadi zat yang paling banyak disalahgunakan oleh klien rawat jalan,” pungkas Bonifasio.