Scroll untuk baca artikel
AdvertorialInfo PublikKalimantan TimurNusantaraTerkiniTokoh

Satu Abad NU, Doa dan Dukungan untuk Pembangunan IKN

137
×

Satu Abad NU, Doa dan Dukungan untuk Pembangunan IKN

Sebarkan artikel ini

NUSANTARA — Ribuan warga Nahdlatul Ulama (NU) memperingati Hari Lahir ke-100 NU (satu abad) di Ibu Kota Nusantara (IKN), Sabtu (31/1/2026). Kegiatan yang digelar di Kantor Kemenko 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN ini menjadi simbol doa dan dukungan kebangsaan NU terhadap pembangunan Nusantara.

Peringatan satu abad NU diisi dengan Tausiyah Kebangsaan dan doa bersama yang disampaikan oleh Prof. Dr. KH. Asep Saefuddin Chalim, Pengasuh PP Amanatul Ummah Pacet Mojokerto sekaligus Ketua Umum PP Pergunu PBNU. Acara tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Timur, jajaran PWNU Kalimantan Timur, serta unsur TNI–Polri.

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan IKN tidak hanya bertumpu pada aspek fisik, tetapi juga memerlukan fondasi spiritual yang kuat.

“Kami berharap Bapak dan Ibu semua dapat ikut mengisi jiwa Nusantara ini. Ke depan, IKN akan menjadi laboratorium kerukunan. Saat ini kami sedang membangun masjid negara dalam satu kompleks peribadatan bersama klenteng, basilika, dan pura sebagai upaya memelihara toleransi di Nusantara,” ujar Basuki.

Senada dengan itu, Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji menekankan peran strategis NU dalam mendukung pembangunan daerah dan IKN di masa mendatang.

“NU harus terdepan dalam membangun Kalimantan Timur dan Ibu Kota Nusantara. Kami berharap kita terus berdoa bersama agar Kalimantan Timur dan IKN dijauhkan dari konflik dan bencana,” kata Seno.

Sementara itu, Rais Syuriah PWNU Kalimantan Timur KH. Muhammad Ali Cholil menyampaikan bahwa pemilihan IKN sebagai lokasi peringatan satu abad NU bertujuan melibatkan umat secara langsung dalam mendoakan keberhasilan pembangunan Nusantara.

“Kami berharap warga NU yang hadir turut mendoakan agar target pencapaian Ibu Kota Politik pada 2028 dapat tuntas. Ke depan, PWNU Kaltim juga menggagas peringatan Hari Santri di Masjid Negara serta kirab tongkat dan tasbih dari Jakarta ke Nusantara sebagai simbol kepemimpinan yang dilandasi spiritualitas,” ujarnya.

Melalui peringatan satu abad NU di IKN ini, diharapkan terbangun sinergi antara pembangunan fisik dan penguatan nilai-nilai spiritual, kebangsaan, serta toleransi, guna mewujudkan Ibu Kota Nusantara sebagai kota yang inklusif, harmonis, dan berlandaskan persatuan dalam keberagaman.