Scroll untuk baca artikel
AdvertorialBalikpapanInfo PublikKalimantan TimurTerkini

Satu Rumah di Permukiman Atas Air Roboh, Seorang Warga Meninggal Dunia Tertimpa Runtuhan

155
×

Satu Rumah di Permukiman Atas Air Roboh, Seorang Warga Meninggal Dunia Tertimpa Runtuhan

Sebarkan artikel ini

BALIKPAPAN — Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, menyebabkan sebuah rumah warga di kawasan permukiman atas air Telagamas RT 9, Kelurahan Baru Tengah, Balikpapan Barat, roboh. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang warga meninggal dunia.

Rumah yang berdiri di atas perairan itu runtuh setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut selama beberapa waktu. Kondisi tanah yang labil serta terpaan angin kencang diduga menjadi faktor utama ambruknya bangunan.

Korban diketahui merupakan seorang pedagang yang saat kejadian berada di sekitar lokasi dan berteduh di dekat rumah tersebut. Naas, korban tertimpa bagian bangunan yang roboh dan tidak sempat menyelamatkan diri.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut segera berdatangan untuk memberikan pertolongan. Sejumlah barang milik penghuni rumah turut berupaya diselamatkan dari reruntuhan, meski kondisi bangunan sudah tidak memungkinkan untuk dimasuki.

Komandan Pos Angkatan Laut Kampung Baru, Kapten Laut (P) Komarudin, mengatakan pihaknya menerima laporan dari warga tidak lama setelah kejadian dan langsung mengerahkan personel ke lokasi.

“Kami menerima laporan sesaat setelah rumah roboh. Personel langsung menuju lokasi untuk membantu proses evakuasi serta pengamanan area,” ujarnya.

Saksi mata, Samson, menuturkan hujan deras disertai angin kencang datang secara tiba-tiba. Tidak lama berselang, bangunan rumah yang berada di atas air tersebut ambruk.

“Kejadiannya cepat sekali. Angin kencang, hujan deras, lalu rumah itu roboh. Korban tertimpa dan tidak sempat menghindar,” kata Samson.

Proses evakuasi korban melibatkan personel Lanal Balikpapan, tim SAR gabungan, serta Basarnas. Petugas sempat mengalami kesulitan karena korban tertimpa material kayu berukuran besar. Evakuasi akhirnya berhasil dilakukan dengan bantuan peralatan khusus, termasuk gergaji mesin untuk memotong bagian bangunan.

Sementara itu, tim penanggulangan bencana dari Pemerintah Kota Balikpapan melakukan pendataan kerusakan serta mengamankan lokasi kejadian guna mencegah potensi kecelakaan lanjutan. Aparat juga mengantisipasi dampak susulan mengingat hujan masih berpotensi turun.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan rawan seperti permukiman atas air, untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera mengungsi ke tempat yang lebih aman apabila cuaca ekstrem kembali terjadi.