KOROWAI, PAPUA SELATAN – Di tengah suasana duka di pedalaman Papua, aparat gabungan bergerak cepat memastikan keselamatan warga tetap menjadi prioritas. Kamis (12/2/2026) pagi, Operasi Damai Cartenz 2026 berhasil mengamankan area Bandara Korowai Batu serta menuntaskan proses evakuasi korban insiden penembakan yang terjadi sehari sebelumnya.
Sejak pukul 06.00 WIT, personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 bersama unsur TNI memasuki lokasi dan menguasai situasi di sekitar bandara. Fokus utama adalah mengevakuasi dua awak pesawat perintis yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa langkah cepat diambil untuk mencegah situasi berkembang lebih luas.
“Sejak pagi personel kami sudah berhasil mengamankan area bandara dan mengevakuasi kedua korban ke Timika. Keselamatan masyarakat dan stabilitas wilayah menjadi prioritas utama kami,” tegasnya.
Kedua jenazah telah diterbangkan ke Timika untuk proses identifikasi dan autopsi. Setelah pemulasaraan selesai, jenazah akan diberangkatkan ke Jakarta untuk diserahkan kepada keluarga.
Sementara itu, 13 penumpang pesawat dipastikan selamat. Mereka merupakan warga lokal yang sempat menyelamatkan diri dan kini telah kembali ke rumah masing-masing.
Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., menyampaikan bahwa pengamanan dilakukan secara terpadu bersama unsur TNI.
“Alhamdulillah, pagi ini pasukan sudah masuk dan mengamankan lokasi termasuk pesawat. Evakuasi korban sudah selesai dilaksanakan. Saat ini kami fokus pada sterilisasi area dan memastikan situasi benar-benar kondusif,” ujarnya dari Bandara Tanah Merah.
Sebanyak 20 personel Ops Damai Cartenz diterjunkan dan diperkuat 12 personel Kopasgat TNI AU. Koordinasi lanjutan juga dilakukan dengan jajaran TNI AD untuk memperkuat pengamanan, mengingat bandara tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat pedalaman.
Dampak psikologis turut dirasakan warga. Berdasarkan data sementara, 39 warga sempat mengungsi ke arah Senggo karena rasa takut. Aparat kini berupaya mensterilkan lokasi agar masyarakat dapat kembali beraktivitas normal, termasuk tenaga pendidik dan tenaga kesehatan.
“Setelah area kami amankan dan situasi dinyatakan kondusif, kami berharap warga yang mengungsi dapat kembali dan pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan seperti biasa,” tambah Kombes Yusuf.
Untuk sementara, penerbangan dari Tanah Merah menuju Bandara Korowai Batu dihentikan hingga situasi benar-benar aman. Aparat menduga keterlibatan kelompok bersenjata dalam insiden tersebut dan saat ini masih melakukan penyelidikan serta pengejaran terhadap pihak yang diduga terlibat.
Proses penegakan hukum terus berjalan secara profesional dan terukur. Aparat menegaskan bahwa negara hadir tidak hanya untuk menindak, tetapi juga untuk melindungi serta memulihkan rasa aman masyarakat.
Di wilayah dengan akses terbatas seperti Korowai, langkah cepat ini menjadi penanda komitmen aparat dalam menjaga keselamatan warga dan memastikan situasi kembali kondusif.















