Scroll untuk baca artikel
AdvertorialBalikpapanBrimobInfo PublikKalimantan TimurTerkini

Detasemen Gegana Brimob Kaltim Sterilisasi BSCC Dome, Pastikan Pagelaran Wayang Kulit Aman dan Kondusif

149
×

Detasemen Gegana Brimob Kaltim Sterilisasi BSCC Dome, Pastikan Pagelaran Wayang Kulit Aman dan Kondusif

Sebarkan artikel ini

Balikpapan – Satuan Brimob Polda Kalimantan Timur melakukan pengamanan maksimal dalam rangka pagelaran bertajuk “Pagelaran Wayang Kulit Polri untuk Masyarakat Polda Kaltim dan Pangaban Tahun 2026”.

Pada Jumat (13/02/2026), satu SST personel Detasemen Gegana yang dipimpin Ipda Harmoko dikerahkan ke BSCC Dome. Sterilisasi menyeluruh dilakukan sebagai prosedur standar pengamanan tingkat tinggi guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan nyaman bagi masyarakat maupun tamu undangan.

Di lapangan, tim Detasemen Gegana menyisir setiap sudut lokasi acara secara detail, mulai dari area panggung utama, tribun penonton, hingga akses pintu masuk dan keluar. Dengan menggunakan peralatan deteksi khusus, seluruh proses dilaksanakan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) pengamanan objek vital dan keramaian massa.

Langkah ini menjadi bagian penting dari strategi pengamanan Polri, mengingat pagelaran budaya tersebut menarik antusiasme besar warga Kota Balikpapan serta menjadi momentum mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.

Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Kaltim, Andy Rifai, menegaskan bahwa keterlibatan Detasemen Gegana merupakan wujud nyata filosofi “Bakti Brimob untuk Masyarakat”. Menurutnya, keamanan adalah fondasi utama keberhasilan sebuah perhelatan budaya berskala besar.

“Kami berkomitmen memberikan rasa aman sepenuhnya sehingga masyarakat dapat menikmati jalannya pagelaran dengan tenang dan penuh kegembiraan. Tugas kami adalah menjadi perisai di balik layar, memastikan tidak ada celah bagi gangguan apa pun yang dapat merusak khidmatnya acara pelestarian budaya ini,” ujar Kombes Pol. Andy Rifai.

Ia juga mengajak masyarakat menjadikan kegiatan seni seperti wayang kulit sebagai sarana memperkuat persatuan bangsa. Menurutnya, kepedulian terhadap budaya sejalan dengan komitmen menjaga keamanan dan ketertiban.

“Mari kita jaga bersama ketertiban dan lestarikan warisan luhur bangsa kita. Kepada seluruh personel di lapangan, tetaplah waspada dan kedepankan sikap humanis dalam melayani warga yang hadir. Berikan pengabdian terbaik kalian untuk keamanan dan kenyamanan Kalimantan Timur. Jiwa Ragaku Demi Kemanusiaan,” pungkasnya.

Dengan sterilisasi dan pengamanan yang ketat, pagelaran wayang kulit di BSCC Dome pun dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh kekhidmatan sebagai bagian dari pelestarian budaya bangsa.