Scroll untuk baca artikel
AdvertorialInfo PublikKomunitasPapuaTerkini

Dari Ujung Landasan Korowai: Solidaritas Rp2 Juta dan Komitmen Negara Menjaga Akses ke Tanah Merah

122
×

Dari Ujung Landasan Korowai: Solidaritas Rp2 Juta dan Komitmen Negara Menjaga Akses ke Tanah Merah

Sebarkan artikel ini

TANAH MERAH – Suasana duka menyelimuti landasan sederhana di pedalaman Papua. Di tengah hamparan hutan dan keterbatasan akses, tangis warga Korowai pecah. Namun mereka tidak larut dalam kesedihan. Dengan semangat gotong royong, masyarakat mengumpulkan dana sebesar Rp2.000.400 sebagai bentuk kepedulian agar transportasi udara—satu-satunya jalur penghubung ke Tanah Merah—tetap beroperasi.

Bagi warga di wilayah Korowai, pesawat bukan sekadar alat transportasi. Pesawat adalah nadi kehidupan. Melalui jalur udara, bahan kebutuhan pokok didatangkan, pasien dirujuk untuk berobat, anak-anak melanjutkan sekolah, dan aktivitas ekonomi tetap berjalan. Jika akses ini terganggu, maka yang terancam bukan hanya perjalanan, tetapi keberlangsungan hidup masyarakat.

Satgas Bergerak Cepat, Keamanan Diperkuat

Melihat kondisi tersebut, Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 segera mengambil langkah cepat. Pengamanan diperkuat, koordinasi lintas instansi ditingkatkan, dan pendekatan humanis dikedepankan agar situasi tetap kondusif serta penerbangan perintis dapat terus berjalan.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa solidaritas masyarakat menjadi pesan kuat tentang harapan akan keamanan dan kelangsungan layanan transportasi.

“Kami turut berbelasungkawa atas peristiwa yang terjadi. Kepedulian masyarakat Korowai yang secara sukarela mengumpulkan dana adalah bentuk solidaritas yang luar biasa. Negara harus hadir memastikan rasa aman, sehingga konektivitas dan aktivitas masyarakat tetap berjalan,” ujarnya.

Menurutnya, menjaga stabilitas di wilayah pedalaman bukan hanya soal keamanan, tetapi juga memastikan masyarakat tetap dapat mengakses layanan dasar. Satgas Damai Cartenz, lanjutnya, akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak agar jalur penerbangan tetap aman dan akses vital warga tidak terputus.

Pengamanan Fokus di Titik Strategis

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menjelaskan bahwa pengamanan kini difokuskan pada titik-titik strategis, termasuk area keberangkatan dan kedatangan pesawat di Tanah Merah.

“Kami memahami bahwa pesawat adalah satu-satunya akses masyarakat Korowai menuju Tanahmerah. Karena itu, pengamanan akan terus kami tingkatkan agar masyarakat merasa tenang dan aktivitas penerbangan dapat berlangsung dengan aman,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

“Solidaritas warga hari ini menunjukkan semangat kebersamaan. Tugas kami memastikan situasi tetap kondusif agar harapan itu tidak terhenti,” tambahnya.

Harapan Tetap Terbang

Penguatan pengamanan ini diharapkan berdampak langsung bagi masyarakat: distribusi logistik tetap lancar, layanan kesehatan dan pendidikan tidak terhenti, serta mobilitas warga dari Korowai ke Tanah Merah tetap terjamin.

Di ujung landasan sederhana itu, solidaritas warga dan komitmen aparat menyatu dalam satu tujuan: menjaga agar harapan tetap terbang—setinggi pesawat yang menjadi tumpuan hidup masyarakat pedalaman Papua.