Scroll untuk baca artikel
AdvertorialIndonesiaInfo PublikKalimantan TimurNusantaraTerkini

IKN Jadi Titik Rukyatul Hilal Perdana, Tandai Peran Baru Nusantara dalam Kegiatan Keagamaan

148
×

IKN Jadi Titik Rukyatul Hilal Perdana, Tandai Peran Baru Nusantara dalam Kegiatan Keagamaan

Sebarkan artikel ini

NUSANTARA – Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk pertama kalinya menjadi lokasi pemantauan hilal (rukyatul hilal) dalam rangka penentuan 1 Ramadan 1447 H. Kegiatan tersebut digelar di Rusun ASN 1 Tower D pada Selasa (17/02/2026), menandai momen bersejarah bagi kawasan ibu kota baru tersebut.

Pemantauan dilakukan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) wilayah Kalimantan Timur atas permintaan Kementerian Agama Republik Indonesia. Lokasi IKN dipilih karena memiliki titik pengamatan yang tinggi dan terbuka sehingga dinilai representatif untuk proses rukyatul hilal. Ke depan, keberadaan masjid raya di kawasan IKN juga diharapkan semakin memperkuat peran Nusantara sebagai pusat kegiatan keagamaan berskala nasional.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyampaikan bahwa penunjukan IKN sebagai salah satu titik pemantauan hilal merupakan sebuah kehormatan sekaligus langkah awal keterlibatan IKN dalam agenda keagamaan tingkat nasional.

“Kami dari Otorita IKN sangat mendukung pemantauan hilal dilakukan di IKN. Ini merupakan kehormatan bagi Otorita IKN sekaligus kesempatan bagi IKN sebagai Ibu Kota Negara menjadi salah satu titik pengamatan dari 96 titik yang tersebar di Indonesia,” ujar Basuki.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur, Abdul Khaliq, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemantauan, hilal belum dapat terlihat.

“Hari ini kita lakukan pemantauan hilal. Berdasarkan BMKG, posisi hilal masih berada di bawah ufuk, sehingga bulan belum terlihat,” jelasnya.

Meski hilal belum tampak, pelaksanaan rukyatul hilal di IKN menjadi tonggak baru yang menegaskan posisi Nusantara tidak hanya sebagai pusat pemerintahan masa depan, tetapi juga sebagai ruang bersama bagi aktivitas keagamaan dan kebangsaan.