Scroll untuk baca artikel
AdvertorialEdukasiInfo PublikInternasionalTerkiniWashington DC

Buku Taste of Nusantara Hadir di Amerika Serikat, Perkuat Diplomasi Kultural Indonesia

146
×

Buku Taste of Nusantara Hadir di Amerika Serikat, Perkuat Diplomasi Kultural Indonesia

Sebarkan artikel ini

Washington DC — Buku Rasa Bhayangkara Nusantara versi Bahasa Inggris berjudul Taste of Nusantara: 80 Bhayangkara Menu for Indonesia’s Free Nutritious Meals Program resmi diperkenalkan di Amerika Serikat, Rabu (18 Februari 2026). Penyerahan buku dilakukan oleh Asisten Khusus Presiden RI, Dirgayuza Setiawan, di Washington D.C. sebagai bagian dari diplomasi kultural Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menonjolkan budaya, kepedulian sosial, serta pembangunan kualitas sumber daya manusia Indonesia di tingkat global.

Buku tersebut disusun oleh Dirgayuza Setiawan bersama Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo. Dalam rangkaian kunjungan Presiden RI ke Amerika Serikat, Dirgayuza menyerahkan langsung buku itu di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Washington D.C. Penyerahan diterima oleh Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Dwisuryo Indroyono Soesilo.

Sebelumnya, buku ini telah menjadi bagian dari rangkaian diplomasi kultural Indonesia di sejumlah forum internasional. Pada 21 Januari 2026, buku tersebut diserahkan kepada Duta Besar RI untuk Inggris, Desra Percaya, di London. Sehari setelahnya, karya tersebut turut diperkenalkan dalam forum global World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, sebagai bagian dari showcase diplomasi Indonesia. Sejumlah media menilai kehadirannya sebagai pendekatan baru yang memadukan kebijakan strategis, budaya, dan program sosial dalam satu narasi yang mudah dipahami komunitas internasional.

Dirgayuza Setiawan menegaskan bahwa buku ini kini telah berkembang menjadi instrumen diplomasi negara.

“Buku Rasa Bhayangkara Nusantara sekarang sudah menjadi bagian dari diplomasi kultural Indonesia, mengenalkan kearifan budaya kita dalam program paling monumental Pemerintahan Presiden Prabowo,” ujar Dirgayuza.

Sementara itu, Dedi Prasetyo menyampaikan apresiasinya atas jangkauan internasional buku tersebut.

“Alhamdulillah, di tengah kesibukan lawatan Presiden, buku Rasa Bhayangkara Nusantara yang kami susun bersama dapat hadir di tempat-tempat yang strategis. Setelah diperkenalkan di Kedutaan Besar RI di London, kemudian di forum bergengsi dunia WEF Davos, Swiss, kini buku versi Bahasa Inggris tersebut dapat diakses di Washington D.C., Amerika Serikat. Semoga buku ini menjadi media diplomasi Indonesia, sekaligus semakin mengenalkan gastronomi dan keanekaragaman kuliner Nusantara serta program Asta Cita Presiden kepada dunia,” ujar Dedi Prasetyo di Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Buku Rasa Bhayangkara Nusantara tidak hanya memuat daftar menu dan dokumentasi visual, tetapi juga merekam kiprah Polri dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di berbagai daerah. Program ini merupakan salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Di dalamnya tergambar aktivitas SPPG, mulai dari persiapan dapur sejak dini hari hingga distribusi makanan bergizi kepada para penerima manfaat. Badan Gizi Nasional menilai buku ini sebagai simbol pendekatan baru dalam pembangunan bangsa melalui perhatian nyata dan berkelanjutan terhadap kesehatan serta pemenuhan gizi masyarakat.

Melalui peluncurannya di Amerika Serikat, kehadiran Rasa Bhayangkara Nusantara diharapkan semakin memperkuat diplomasi kultural Indonesia, membangun citra positif bangsa di kancah internasional, serta menyampaikan pesan bahwa transformasi nasional dapat berawal dari budaya, kepedulian sosial, dan komitmen terhadap kesejahteraan masyarakat.