Scroll untuk baca artikel
AdvertorialBalikpapanIndonesiaInfo PublikKalimantan TimurPLNTerkini

PLN EPI Kirim 6.700 Ton Cangkang Sawit ke PLTU Balikpapan, Direktur Biomassa Optimistis Capai Target 2026

152
×

PLN EPI Kirim 6.700 Ton Cangkang Sawit ke PLTU Balikpapan, Direktur Biomassa Optimistis Capai Target 2026

Sebarkan artikel ini

Balikpapan – PT PLN Energi Primer Indonesia (EPI) terus berinovasi dalam upaya mencapai target pasokan biomassa yang pada 2026 dipatok sebesar 3,65 juta ton. Terbaru, PLN EPI mengirimkan biomassa jenis cangkang sawit ke PLTU Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur, menggunakan tongkang. Sebanyak sekitar 6.700 ton biomassa diangkut dari Kabupaten Berau.

Direktur Biomassa PT PLN EPI, Hokkop Situngkir, menyambut positif pencapaian tersebut. Menurutnya, pengiriman biomassa sebanyak 6.700 ton dalam satu kali pengiriman merupakan yang terbesar hingga saat ini.

Sebelumnya, pengiriman biomassa jenis serbuk kayu (sawdust) menggunakan tongkang ke PLTU Tanjung Awar-Awar di Tuban, Jawa Timur, tercatat mencapai 5.600 ton.

“Ini adalah pengiriman terbesar. Sekali kirim mencapai 6.700 ton biomassa. Saya berharap ini menjadi awal yang baik untuk mencapai target 3,65 juta ton pada 2026,” ujar Hokkop.

Menurut Hokkop, cangkang sawit merupakan salah satu jenis biomassa premium selain wood pellet. Kandungan kalori cangkang sawit cukup tinggi dan hampir menyamai kalori batu bara, sehingga dapat meningkatkan porsi cofiring biomassa pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Di sisi lain, pengiriman biomassa menggunakan tongkang dinilai sangat sesuai dengan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan. Sebagian besar PLTU milik PLN dapat diakses melalui jalur perairan dan memiliki fasilitas dermaga (jetty) sendiri.

Selain itu, pengangkutan biomassa melalui jalur laut juga memungkinkan volume pengiriman yang jauh lebih besar dibandingkan transportasi darat.

Hokkop menjelaskan bahwa bahan baku biomassa di Indonesia tersebar di berbagai wilayah. Di Kalimantan, misalnya, banyak tersedia cangkang sawit, sementara daerah lain memiliki jenis biomassa berbeda.

Karena itu, transportasi laut menjadi solusi untuk mendistribusikan biomassa antarwilayah di Indonesia.

“Bukan tidak mungkin ke depan cangkang sawit dari Kalimantan dikirimkan ke PLTU di Sulawesi. Sebelumnya, sawdust dari Sulawesi juga pernah dikirim ke PLTU Tuban di Jawa Timur. Transportasi laut menjadi solusi untuk pemerataan pasokan biomassa sesuai target di masing-masing PLTU,” jelasnya.

Pengiriman 6.700 ton cangkang sawit menggunakan tongkang tersebut membuat Hokkop semakin optimistis target pasokan biomassa tahun ini dapat tercapai.

Ia mengakui bahwa target pasokan biomassa tahun ini meningkat signifikan dibandingkan capaian 2025. Namun, dengan kerja keras, inovasi, dan sinergi tim, ia yakin target tersebut dapat direalisasikan.

“Salah satunya melalui pengiriman biomassa cangkang sawit menggunakan tongkang seperti ini. Hal ini membuat saya semakin optimistis target 3,65 juta ton dapat dicapai,” tutupnya.