Scroll untuk baca artikel
AdvertorialIndonesiaInfo PublikKalimantan TimurNusantaraTerkini

Simfoni Swara Nusantara Meriahkan KIPP IKN, Seni dan Budaya Hidupkan Ruang Publik

119
×

Simfoni Swara Nusantara Meriahkan KIPP IKN, Seni dan Budaya Hidupkan Ruang Publik

Sebarkan artikel ini

Nusantara — Suasana di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara tampak semarak pada Sabtu (28/3/2026). Alunan musik modern berpadu dengan petikan sape dan peragaan busana tradisional mewarnai Selasar Kantor Bersama 1, menghadirkan nuansa hiburan bagi masyarakat yang berkunjung sejak pagi hingga malam.

Pagelaran bertajuk Simfoni Swara Nusantara ini menjadi bagian dari aktivasi ruang publik yang dihadirkan untuk meningkatkan kenyamanan sekaligus pengalaman pengunjung di kawasan Ibu Kota Nusantara. Penampilan musik band dengan lagu-lagu kekinian turut melengkapi suasana, menarik perhatian berbagai kalangan.

Salah satu daya tarik utama adalah pertunjukan Sape, alat musik khas Kalimantan Timur yang menghadirkan nuansa etnik sekaligus memperkenalkan budaya lokal kepada pengunjung dari berbagai daerah.

Selain itu, peragaan busana dengan kostum khas Kalimantan Timur juga menjadi pusat perhatian. Para peraga berjalan di tengah kerumunan, menarik minat pengunjung untuk berfoto, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Salah seorang pengunjung, Hambali, warga Kecamatan Babulu, Penajam Paser Utara, mengaku terkesan dengan suasana di IKN yang menurutnya melampaui ekspektasi.

“Pertama kali ke IKN, luar biasa. Saya sangat kagum, begitu masuk sini saya kaget, melihat pembangunan yang katanya di tengah hutan, ternyata luar biasa. Saya bangga menjadi warga terutama asli orang sini, Penajam. Mudah-mudahan teman-teman dari luar bisa berkunjung ke sini,” ujarnya.

Ia juga menilai kehadiran hiburan menjadi nilai tambah bagi pengalaman berkunjung.

“Sangat luar biasa, ternyata di IKN, bukan hanya melihat pembangunan, tetapi kita dihibur, ada kafe, tidak perlu takut lapar dan haus, dan kita juga dihibur di sini. Pokoknya sangat wah, melihat IKN ini,” lanjutnya.

Pengalaman serupa dirasakan Eko Supriono dan Lily, pengunjung asal Balikpapan yang kembali datang untuk kedua kalinya. Mereka menilai suasana kawasan kini lebih hidup dibandingkan sebelumnya.

“Ini kunjungan kedua. Kalau ada momen (libur panjang) seperti ini kita datang ke sini. Apalagi sekarang ada akses tol, ke depan pasti makin cepat dan bagus. Kawasannya juga tertata. Dengan adanya penampilan musik ini bagus, jadi ada suara-suara, ada keramaian. Sekarang suasananya lebih hidup, bahkan suaranya sampai ke kawasan istana. Sudah seperti di kota-kota besar,” ujarnya.

Di tengah keramaian, peraga dari Sanggar Seni Serumpun Lima Kota Balikpapan turut menampilkan kostum hudoq—representasi makhluk mitologis suku Dayak Bahau dan Dayak Modang—serta kostum garuda sebagai simbol negara.

Salah satu peraga, Lila, menyebut antusiasme pengunjung cukup tinggi, terutama karena adanya kombinasi antara hiburan dan edukasi budaya.

“Untuk antusias pengunjung, karena ada hiburan selain melihat perkembangan IKN, juga dapat melihat seni, kebudayaan, dan permainan tradisional yang gratis bagi para pengunjung. Kejadian menarik tentunya ada, karena masyarakat dan pengunjung rebutan yang berfoto,” ujarnya.

Sementara itu, Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, menyampaikan bahwa kehadiran seni dan budaya merupakan bagian dari upaya memperkaya pengalaman masyarakat saat berkunjung.

“Menurut kami (Otorita IKN), salah satu cara untuk menyambut masyarakat yang datang dari berbagai kalangan dan daerah adalah dengan memperkenalkan kembali kekayaan kesenian dan kebudayaan dari tanah Nusantara. Bukan hanya mengabadikan momen foto bersama, masyarakat juga bisa mengenal apa itu alat musik sape dan suara khas yang dihasilkannya,” ujarnya.

Dengan hadirnya kegiatan ini, ruang publik di kawasan Nusantara tidak hanya menjadi tempat melihat pembangunan, tetapi juga wadah interaksi sosial dan budaya yang menghadirkan suasana lebih hidup bagi masyarakat.