Scroll untuk baca artikel
BalikpapanDPRD BalikpapanEkonomiIndonesiaKalimantan TimurPemerintah Kota BalikpapanPemerintahanPemkot BalikpapanWakil Wali Kota Balikpapan

PAD Balikpapan Digenjot dari Aset Daerah

173
×

PAD Balikpapan Digenjot dari Aset Daerah

Sebarkan artikel ini
Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo memberi keterangan kepada wartawan terkait strategi peningkatan PAD melalui aset daerah

Balikpapan — Pemerintah Kota Balikpapan memperkuat strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan memaksimalkan aset daerah di tengah penurunan transfer dari pemerintah pusat, membuka peluang investasi baru dan ekonomi berkelanjutan.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Dr Ir H Bagus Susetyo, MM., menekankan bahwa kondisi ini bukan sekadar tantangan, melainkan momentum untuk menggali potensi aset yang belum dimanfaatkan secara optimal.

“Kondisi ini justru menjadi momentum. Kita punya banyak aset, tetapi belum semuanya memberikan manfaat ekonomi maksimal,” kata Bagus, Senin (13/4/2026).

Pemkot Balikpapan bersama Bappeda dan DPRD mulai memetakan potensi aset untuk dikembangkan. Langkah awal adalah memastikan kepastian hukum melalui proses sertifikasi aset.

“Langkah pertama adalah sertifikasi. Ini penting agar aset memiliki legalitas yang jelas dan bisa ditawarkan kepada investor,” ujarnya.

Setelah itu, pemkot mendorong pemanfaatan aset melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), yang memungkinkan investasi tanpa menambah beban APBD. Salah satu fokus pengembangan adalah kawasan Kariangau, yang sedang ditingkatkan statusnya menjadi Hak Pengelolaan Lahan (HPL).

“Kalau statusnya sudah HPL, kawasan itu akan lebih siap untuk menarik investasi,” tambah Bagus.

Bagus mencontohkan keberhasilan kerja sama sebelumnya, seperti pembangunan hotel Novotel Balikpapan di atas lahan pemerintah kota.

“Itu contoh nyata bahwa kerja sama seperti ini bisa berhasil dan memberikan nilai ekonomi. Ke depan, model seperti ini akan kita perluas,” ujarnya.

Pemkot membuka peluang kerja sama di sektor perhotelan, layanan kesehatan, dan fasilitas komersial lainnya, semua diarahkan untuk meningkatkan nilai ekonomi aset tanpa membebani fiskal daerah.

“Kalau semua bergerak bersama, aset daerah bisa menjadi kekuatan besar untuk masa depan Balikpapan,” tutup Bagus.