Scroll untuk baca artikel
BalikpapanIndonesiaKalimantan TimurPemerintah Kota BalikpapanPemerintahanPemkot BalikpapanWakil Wali Kota Balikpapan

Layanan Publik Balikpapan Digenjot, Coffee Morning Jadi Forum Evaluasi

162
×

Layanan Publik Balikpapan Digenjot, Coffee Morning Jadi Forum Evaluasi

Sebarkan artikel ini
Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo menjelaskan percepatan layanan publik dan proyek energi sampah kepada awak media

Balikpapan — Pemerintah Kota Balikpapan mempercepat perbaikan layanan publik mulai dari distribusi air bersih hingga proyek pengolahan sampah menjadi energi, dengan forum coffee morning sebagai sarana evaluasi rutin antar OPD.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Dr Ir H Bagus Susetyo, MM., mengakui masih terdapat beberapa wilayah yang belum teraliri air bersih secara optimal, dan perbaikan jaringan pipa masih berlangsung di beberapa titik.

“Masih ada beberapa masyarakat yang belum teraliri, kemudian juga perbaikan pipa-pipa masih kita lakukan,” ujarnya.

Bagus menambahkan, Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) segera memaparkan kesiapan layanan air bersih kepada pemerintah kota, diharapkan dapat memberikan gambaran langkah-langkah distribusi yang maksimal.

“Mudah-mudahan dalam satu hari ini nanti akan diberikan ekspos dari PTMB untuk bisa kita sampaikan ke masyarakat kesiapan kita secara kandidatif,” kata Bagus.

Selain layanan air, forum “coffee morning” akan digelar rutin setiap dua pekan sebagai ruang koordinasi lintas OPD untuk membahas persoalan kota dan aduan masyarakat.

“Coffee morning ini kita rutinitaskan minimal dua minggu sekali, sehingga permasalahan kota, aduan masyarakat, bisa kita bahas secara detail, baik itu arahan maupun usulan dari masing-masing OPD,” ujarnya.

Di sektor ekonomi, Pemkot mendorong pengembangan Koperasi Merah Putih dengan lahan yang telah disiapkan, menargetkan tambahan hingga 10 unit pada Juni 2026.

“Kita sudah punya lahan dan siap untuk terbangun. Mudah-mudahan di bulan Juni ada penambahan sampai 10 unit koperasi,” jelasnya.

Terkait sampah, Pemkot bersama pihak terkait mengembangkan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) untuk Balikpapan Raya dan Samarinda Raya, kapasitas di bawah 1.000 ton per hari, mencakup Balikpapan, IKN, dan sebagian Samboja serta Muara Jawa.

“Kita tinggal tunggu saja, kalau lahan sudah siap, mereka akan melakukan perencanaan, survei, dan sebagainya,” ucap Bagus.

Pemkot Balikpapan berharap seluruh langkah ini dapat meningkatkan kualitas layanan publik sekaligus mendorong pembangunan berkelanjutan di kota.