Scroll untuk baca artikel
BalikpapanIndonesiaInfo PublikKalimantan TimurPemerintah Kota BalikpapanPemerintahanPemkot BalikpapanTerkini

DP3AKB Balikpapan Gandeng Media Cegah Kekerasan Perempuan & Anak

140
×

DP3AKB Balikpapan Gandeng Media Cegah Kekerasan Perempuan & Anak

Sebarkan artikel ini
Puluhan wartawan dan pejabat DP3AKB Balikpapan berfoto bersama saat sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak

Balikpapan — Puluhan wartawan mengikuti sosialisasi kerja sama lintas sektor dalam pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak (KTPA) di Aula Kelurahan Telaga Sari, Balikpapan Kota, Selasa (28/4/2026).

Pelaksana Tugas Kepala DP3AKB Balikpapan, Nursyamsiarni Djufril Larose, menekankan peran media sebagai mitra strategis dalam pencegahan kekerasan, dengan dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian PPPA.

“Upaya komunikasi, informasi, dan edukasi merupakan langkah awal yang sangat penting dalam pencegahan. Kami berharap peran media dapat membantu membentuk pemahaman dan persepsi masyarakat,” ujar Nursyamsiarni.

Ia menambahkan bahwa berbagai upaya telah dilakukan, termasuk forum perangkat daerah, konsultasi publik Puspaga, serta Rapat Dengar Pendapat bersama DPRD Kota Balikpapan untuk evaluasi kinerja 2025.

Kolaborasi dengan media, kata Nursyamsiarni, menjadi kunci karena pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. “Kami membutuhkan dukungan rekan-rekan wartawan sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi yang edukatif kepada masyarakat,” tambahnya.

Sekretaris PWI Kota Balikpapan, Muhammad Maulana, menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini dan menekankan pentingnya sinergi media dalam mendukung Balikpapan sebagai Kota Layak Anak.

“Sinergi ini diharapkan terus berlanjut sebagai bagian dari upaya bersama mendukung Balikpapan sebagai Kota Layak Anak,” ujarnya.

Kota Balikpapan berhasil meraih penghargaan Kota Layak Anak (KLA) kategori Utama pada 2025 dengan skor 891. Pemerintah menargetkan peningkatan ke kategori Paripurna pada 2026 melalui pemenuhan hak anak, penyediaan Ruang Bermain Ramah Anak, serta penguatan aspek keamanan.

Kegiatan ini diharapkan semakin mengoptimalkan peran media dalam edukasi publik dan menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Balikpapan.