Scroll untuk baca artikel
BalikpapanDinas PendidikanDisdikbudEkonomiIndonesiaInfo PublikKalimantan TimurPemerintah Kota BalikpapanPemerintahanPemkot BalikpapanPendidikanTeknologiTerkini

Balikpapan Raih Penghargaan Google, Latih 2.000 Guru Berbasis AI

147
×

Balikpapan Raih Penghargaan Google, Latih 2.000 Guru Berbasis AI

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Balikpapan menyerahkan penghargaan Google kepada Kepala Disdikbud atas pelatihan 2000 guru berbasis AI

Balikpapan — Penghargaan Google Balikpapan diberikan kepada Pemkot atas keberhasilan melatih lebih dari 2.000 guru secara serentak dalam pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan untuk pembelajaran.

Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menerima apresiasi dari Google atas inisiatif pelatihan massal guru dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi berbasis AI. Program ini dinilai mampu meningkatkan kompetensi tenaga pendidik dalam mengimplementasikan metode pembelajaran digital yang adaptif dan inovatif.

Kepala Disdikbud Kota Balikpapan, Irfan Taufik, menjelaskan bahwa program tersebut menjadi satu-satunya pelatihan berskala besar yang melibatkan ribuan guru secara serentak dengan hasil evaluasi yang positif.

“Penghargaan dari Google ini diberikan kepada Kota Balikpapan karena prakarsa kami melatih lebih dari 2.000 guru secara bersamaan. Ini satu-satunya, dan bukan program biasa. Semua guru terlibat dengan capaian nilai yang cukup baik,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).

Pelatihan berlangsung selama dua hari dan diikuti oleh guru tingkat SD hingga SMP. Materi yang diberikan menitikberatkan pada pembelajaran mendalam berbasis AI dengan memanfaatkan platform Google for Education yang terintegrasi teknologi Gemini.

“Pelatihannya berupa pembelajaran mendalam berbasis AI dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari dan diikuti oleh guru SD hingga SMP,” katanya.

Selain program pelatihan, Pemkot Balikpapan juga menggulirkan sejumlah kebijakan strategis di sektor pendidikan, termasuk rencana penerapan wajib belajar 13 tahun mulai 2027. Sepanjang 2026, pemerintah akan melakukan tahap sosialisasi kepada masyarakat dengan menekankan pentingnya pendidikan anak usia dini sebagai fondasi utama.

Irfan menilai peran PAUD masih kerap terabaikan karena orang tua lebih memilih jalur les atau bimbingan belajar, padahal pendidikan usia dini memiliki peran krusial dalam pembentukan karakter dan kemampuan sosial anak.

“Selama ini orang tua cenderung mendorong anak ke les atau bimbingan belajar. Padahal PAUD memberikan pembentukan karakter, kemampuan bersosialisasi, dan adaptasi yang jauh lebih penting,” jelasnya.

Disdikbud juga memperkenalkan program literasi berbasis kearifan lokal bertajuk “Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” serta kampanye “Balikpapan Cinta Literasi” dalam bentuk video yang akan diputar di berbagai ruang publik untuk meningkatkan minat baca anak.

“Ini bukan buku, tetapi video literasi yang akan disebarluaskan di berbagai ruang publik untuk meningkatkan minat baca anak-anak,” tambahnya.

Dalam rangkaian kegiatan pendidikan tersebut, pelibatan siswa juga menjadi perhatian utama. Para pelajar, termasuk dari Sekolah Luar Biasa (SLB), dilibatkan sebagai petugas upacara untuk mendorong kepercayaan diri sekaligus memperkuat nilai inklusivitas dalam sistem pendidikan di Balikpapan.