BALIKPAPAN – PTMB Balikpapan menyatakan tambahan pasokan air baku sebesar 1.000 liter per detik menjadi kebutuhan mendesak untuk meningkatkan layanan air bersih bagi pelanggan rumah tangga di Kota Balikpapan.
Pernyataan tersebut disampaikan Direktur Utama Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB), Yudhi Saharuddin, dalam kegiatan PTMB Goes to Kecamatan yang berlangsung di Kantor PTMB Balikpapan, Rabu (29/7/2026). Kegiatan itu dihadiri perwakilan kecamatan, kelurahan, ketua RT, serta organisasi masyarakat sebagai forum dialog mengenai layanan air bersih.
Yudhi menjelaskan program tersebut merupakan bentuk keterbukaan perusahaan kepada masyarakat. PTMB ingin memberikan pemahaman mengenai tantangan penyediaan air bersih sekaligus menyampaikan langkah yang sedang dilakukan untuk meningkatkan pelayanan.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan edukasi kepada lurah, RT, dan kecamatan mengenai kondisi layanan air bersih yang kami hadapi selama ini. Ini merupakan bentuk keterbukaan PTMB kepada masyarakat agar mereka memahami kendala, solusi, dan target peningkatan pelayanan yang sedang kami jalankan,” ujar Yudhi.
Menurut Yudhi, tantangan utama penyediaan air bersih di Balikpapan bukan berada pada jaringan distribusi. Persoalan terbesar justru terletak pada keterbatasan sumber air baku yang masih belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Untuk menyelesaikan persoalan air baku di Balikpapan saat ini, kita membutuhkan tambahan sekitar 1.000 liter per detik. Jika kebutuhan itu terpenuhi, pelayanan untuk pelanggan domestik dapat lebih maksimal,” katanya.
Ia menambahkan kebutuhan air bersih akan terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk, pembangunan kawasan permukiman, dan berkembangnya sektor industri. Karena itu, kebutuhan air baku dalam jangka panjang diperkirakan mencapai 3.000 hingga 4.000 liter per detik.
“Kalau melihat kebutuhan jangka panjang, Balikpapan memerlukan sekitar 3.000 sampai 4.000 liter per detik. Angka itu diperlukan agar kebutuhan masyarakat dan pertumbuhan kota dapat diimbangi dengan ketersediaan air bersih,” ungkapnya.
PTMB saat ini tetap memprioritaskan pemenuhan kebutuhan pelanggan rumah tangga. Sementara itu, kebutuhan air bagi sektor industri akan dipenuhi secara bertahap setelah kapasitas produksi meningkat.
“Prioritas kami adalah memastikan kebutuhan masyarakat atau pelanggan domestik terpenuhi terlebih dahulu. Tambahan 1.000 liter per detik akan sangat membantu pelayanan rumah tangga, tetapi kebutuhan industri tentu masih membutuhkan kapasitas yang lebih besar lagi,” jelasnya.
Melalui program PTMB Goes to Kecamatan, perusahaan berharap komunikasi dengan pemerintah wilayah dan masyarakat semakin erat. Forum tersebut juga menjadi wadah untuk menyerap berbagai masukan terkait pelayanan air bersih di setiap wilayah. PTMB menargetkan setiap masukan dapat ditindaklanjuti secara bertahap sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan kepada pelanggan.















