Scroll untuk baca artikel
AdvertorialIndonesiaInfo PublikKalimantan TimurNusantaraTerkini

Otorita IKN Perkuat Hunian Pekerja Konstruksi yang Aman dan Responsif Gender

99
×

Otorita IKN Perkuat Hunian Pekerja Konstruksi yang Aman dan Responsif Gender

Sebarkan artikel ini
Petugas kebersihan membersihkan area Hunian Pekerja Konstruksi IKN yang dilengkapi sistem keamanan dan fasilitas responsif gender.

Nusantara — Hunian Pekerja Konstruksi IKN terus diperkuat melalui kebijakan yang mengutamakan keamanan, kenyamanan, dan responsivitas gender untuk mendukung kesejahteraan seluruh pekerja selama pembangunan Ibu Kota Nusantara.

Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) terus meningkatkan kualitas pengelolaan Hunian Pekerja Konstruksi (HPK) agar menjadi tempat tinggal yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh penghuni. Fasilitas tersebut menampung tenaga konstruksi, petugas keamanan, petugas kebersihan, hingga tenaga pendukung lain yang terlibat dalam pembangunan IKN.

Pengelolaan kawasan dilakukan melalui sistem building management yang memastikan layanan, keamanan, dan fasilitas berjalan secara profesional. Selain menyediakan kantin, masjid, dan taman, Otorita IKN juga menerapkan kebijakan yang memberikan perlindungan bagi seluruh penghuni, terutama pekerja perempuan.

Saat ini, kawasan HPK dihuni oleh 4.302 pekerja yang terdiri atas 716 perempuan atau 16,6 persen dan 3.586 laki-laki atau 83,4 persen. Untuk meningkatkan rasa aman dan menjaga privasi, Otorita IKN menyediakan empat tower khusus perempuan dari total 35 tower yang berada di kawasan HPK. Seluruh tower tersebut berlokasi di HPK 2.

Pelaksana Tugas Direktur Pengelolaan Gedung, Kawasan, dan Perkotaan Otorita IKN, Cakra Nagara, menyatakan pendekatan responsif gender menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan hunian yang mendukung produktivitas pekerja.

“Penghuni HPK berasal dari berbagai profesi dan latar belakang. Karena itu, pengelolaan hunian kami rancang agar setiap penghuni merasakan keamanan dan kenyamanan. Lingkungan tempat tinggal yang aman akan membuat para pekerja dapat bekerja secara optimal,” ujar Cakra, Kamis (23/7/2026) di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan, IKN.

Selain menyediakan tower khusus perempuan, Otorita IKN juga menempatkan petugas keamanan perempuan di area hunian tersebut. Penempatan petugas housekeeping disesuaikan dengan gender dan lokasi kerja. Kamera pengawas (CCTV) dipasang di berbagai area publik untuk memperkuat sistem keamanan, sementara tata tertib penghuni diterapkan guna menjaga lingkungan tetap tertib dan kondusif.

Petugas Keamanan Perempuan HPK 2, Nirwana, mengatakan aturan akses ke tower perempuan diberlakukan untuk memberikan perlindungan kepada seluruh penghuni.

“Kalau di tower perempuan, laki-laki itu tidak boleh masuk tanpa pengawalan oleh security. Peraturan itu dibuat agar penghuni nyaman, tertib dan aman,” ujar Nirwana.

Kebijakan tersebut juga dirasakan langsung oleh para penghuni. Sri, yang telah tinggal di Hunian Pekerja Konstruksi selama sekitar satu tahun, mengaku sejak awal ditempatkan di area khusus perempuan sehingga merasa lebih nyaman selama tinggal di kawasan tersebut.

“Sejak pertama datang saya memang langsung ditempatkan di area perempuan. Jadi selama tinggal di sini terasa lebih nyaman karena tidak bercampur dengan penghuni laki-laki,” ujar Sri.

Sri juga menyebut keberadaan petugas keamanan dan sistem CCTV membuat lingkungan hunian tetap aman selama dirinya tinggal di HPK.

“Selama tinggal di sini saya tidak pernah mengalami gangguan. Keberadaan petugas keamanan dan CCTV cukup membantu menjaga lingkungan tetap aman. Kalau ada kejadian biasanya bisa ditelusuri melalui rekaman CCTV,” katanya.

Menurut Sri, rasa aman menjadi kebutuhan dasar setiap penghuni. Lingkungan yang nyaman membuat pekerja dapat beristirahat dengan tenang sebelum kembali menjalankan aktivitas pembangunan Ibu Kota Nusantara.

“Semua orang tentu membutuhkan rasa aman,” tuturnya.

Melalui pengelolaan Hunian Pekerja Konstruksi yang responsif terhadap kebutuhan perempuan, Otorita IKN menegaskan komitmennya untuk menghadirkan lingkungan hunian yang aman, inklusif, dan mendukung kesejahteraan pekerja seiring pembangunan Nusantara.