Scroll untuk baca artikel
AdvertorialBalikpapanBPBD BalikpapanIndonesiaInfo PublikKalimantan TimurPemerintah Kota BalikpapanPemkot BalikpapanTerkini

Kebakaran Pasar Sepinggan, Polisi Selidiki Dugaan Korsleting Listrik

175
×

Kebakaran Pasar Sepinggan, Polisi Selidiki Dugaan Korsleting Listrik

Sebarkan artikel ini
Petugas pemadam kebakaran memadamkan api yang melalap puluhan kios di Pasar Sepinggan, Balikpapan Selatan.

Balikpapan – Kebakaran Pasar Sepinggan menghanguskan puluhan kios di Balikpapan Selatan, Jumat (31/7/2026) pagi. Dugaan awal mengarah pada korsleting listrik, namun polisi masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran tersebut.

Pemerintah Kota Balikpapan masih menunggu hasil penyelidikan aparat kepolisian untuk memastikan sumber api. Informasi awal yang beredar berasal dari keterangan pedagang dan warga di sekitar lokasi. Pemerintah menegaskan penyebab kebakaran belum dapat dipastikan hingga investigasi selesai.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan, Usman Ali, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 07.00 Wita. Setelah menerima laporan, seluruh armada pemadam dari berbagai sektor langsung diterjunkan untuk mempercepat proses pemadaman.

“Semua unit kami kerahkan. Ada juga bantuan dari berbagai unsur untuk mempercepat pemadaman.”

Petugas menghadapi sejumlah hambatan saat memadamkan api. Kios yang didominasi material kayu membuat kobaran api cepat membesar. Akses menuju lokasi yang sempit serta banyaknya kabel melintang juga memperlambat mobilitas petugas.

“Hingga saat ini masih ada titik api yang kami padamkan karena di dalam kios masih terdapat material yang mudah terbakar.”

Pendataan sementara menunjukkan puluhan kios terdampak. Namun, jumlah pasti bangunan yang mengalami kerusakan masih menunggu verifikasi lanjutan dari pengelola pasar.

Usman menegaskan BPBD belum dapat menyimpulkan penyebab kebakaran. Penentuan asal api sepenuhnya menunggu hasil penyelidikan dari tim kepolisian.

“Untuk penyebab kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan dari Inafis dan Satreskrim Polresta Balikpapan.”

Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Haemusri Umar, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan BPBD dan kepolisian selama proses investigasi berlangsung.

“Kami masih melakukan investigasi dan berkoordinasi dengan BPBD. Nanti juga berkonsultasi kepada kepolisian terkait penyebab utama kebakaran Pasar Sepinggan.”

Menurut Haemusri, sejumlah pedagang mengaku melihat percikan api dari meteran listrik sebelum api membesar dan merambat ke kios lain. Meski demikian, informasi tersebut masih bersifat dugaan awal.

“Namun, itu masih sebatas informasi awal dan tentu menunggu hasil penyelidikan kepolisian.”

Ia juga menyoroti minimnya sarana keselamatan kebakaran di Pasar Sepinggan. Pedagang disebut tidak menemukan alat pemadam api ringan (APAR) saat kebakaran mulai terjadi. Kondisi itu membuat upaya pemadaman dini tidak dapat dilakukan sehingga api cepat meluas.

“Karena tidak ada APAR, pedagang panik dan api akhirnya cepat membesar hingga menjalar ke beberapa kios.”

Dinas Perdagangan masih mendata jumlah kios yang rusak. Pemerintah juga mempertimbangkan memanfaatkan los kosong di dalam pasar sebagai lokasi sementara agar pedagang terdampak dapat kembali beraktivitas.

“Nanti akan kami lihat kondisinya. Kalau memungkinkan, pedagang bisa menempati los-los kosong yang masih tersedia.”

Haemusri menambahkan Pasar Sepinggan merupakan salah satu pasar tertua di Balikpapan yang telah beroperasi sejak era 1970-an. Pemerintah berencana mengusulkan revitalisasi pasar pada tahun anggaran mendatang untuk meningkatkan aspek keselamatan dan kelayakan bangunan.

“Jika memungkinkan pada tahun anggaran berikutnya, kami akan memprioritaskan revitalisasi agar kondisi pasar menjadi lebih aman dan representatif.”