Balikpapan — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia secara terbuka mengungkap berbagai persoalan yang menyelimuti proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) atau pengembangan Kilang Minyak Balikpapan. Ia menyebut proyek strategis nasional tersebut sarat “drama”, termasuk insiden kebakaran yang terjadi pada Mei 2024.
Menurut Bahlil, proyek RDMP Balikpapan sejatinya telah ditargetkan rampung dan mulai beroperasi pada awal Mei 2024. Namun, realisasi di lapangan tidak berjalan sesuai rencana.
“Proyek RDMP ini banyak dramanya. Kenapa? Seharusnya sudah jadi awal bulan Mei 2024,” kata Bahlil saat memberikan sambutan di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam peresmian RDMP Pertamina di Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026).
Sebagaimana diketahui, kebakaran sempat melanda Kilang Pertamina Balikpapan pada Sabtu, 25 Mei 2024. Insiden tersebut menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan molornya penyelesaian proyek kilang yang diharapkan memperkuat ketahanan energi nasional tersebut.
Namun demikian, Bahlil mengisyaratkan bahwa kebakaran itu tidak sepenuhnya dapat dipandang sebagai kecelakaan teknis semata. Ia menyebut adanya indikasi unsur kesengajaan berdasarkan hasil investigasi internal.
“Tapi ini terbakar, ada bagian yang dibakar. Saya tidak mengerti apakah dibakar karena terbakar, atau dibakar karena ada faktor lain,” ujarnya.
Bahlil mengungkapkan bahwa pada Agustus 2024 dirinya telah memerintahkan tim pengawasan internal Kementerian ESDM, bersama Inspektorat Jenderal serta Komisaris Pertamina, untuk melakukan penyelidikan mendalam terhadap insiden tersebut.
“Bulan Agustus saya memerintahkan tim saya dari Irjen, Komisaris di Pertamina, kami minta untuk investigasi. Ternyata barang ini ada udang di balik batu,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bahlil menilai masih terdapat pihak-pihak tertentu yang tidak menginginkan Indonesia mencapai swasembada energi. Menurutnya, kepentingan impor energi masih menjadi hambatan serius dalam mewujudkan kemandirian sektor energi nasional.
“Masih ada pihak-pihak yang tidak rela kalau kita itu mempunyai cadangan swasembada energi, agar impor terus, impor terus, impor terus,” katanya.
Meski demikian, Bahlil menyatakan optimisme bahwa target swasembada energi dapat dicapai di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan pemerintah akan bersikap tegas dalam menghadapi berbagai hambatan yang ada.
“Kita harus hadapi dan kita harus selesaikan dalam waktu yang tidak lama lagi,” pungkasnya.
Sebagai informasi, proyek RDMP Balikpapan merupakan salah satu proyek kilang terbesar yang dikerjakan Pertamina, dengan tujuan meningkatkan kapasitas pengolahan minyak, memperbaiki kualitas BBM sesuai standar internasional, serta mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak.















