Scroll untuk baca artikel
AdvertorialBalikpapanInfo PublikKalimantan TimurPolresta BalikpapanTerkini

Anak Angkat di Balikpapan Diduga Dianiaya, Alami Luka Bakar Serius

158
×

Anak Angkat di Balikpapan Diduga Dianiaya, Alami Luka Bakar Serius

Sebarkan artikel ini

Balikpapan — Seorang perempuan berinisial KH (21), warga Kelurahan Baru Tengah, Balikpapan Barat, Kalimantan Timur, diduga menjadi korban penganiayaan berat oleh pasangan suami istri yang merupakan orangtua angkatnya, AS (44) dan ML (36).

Korban mengalami luka bakar serius serta sejumlah cedera fisik setelah diduga disiram air panas. Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (10/2/2026) sekitar pukul 18.00 WITA di kawasan Jalan Bukit, Klandasan Ilir, Balikpapan Kota.

Kasus ini terungkap ketika warga di sekitar Bukit Niaga, Pasar Baru, menemukan KH berjalan sendirian dalam kondisi lemas dengan luka bakar di beberapa bagian tubuhnya. Warga segera memberikan pertolongan dan membawanya ke kantor kelurahan setempat. Dari sana, korban dievakuasi aparat kepolisian dan dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Balikpapan untuk mendapatkan perawatan intensif.

Saat ditemui di rumah keluarga kandungnya, kondisi KH masih memprihatinkan. Wajahnya tertutup perban tebal yang membalut hampir seluruh bagian kepala dan pipi. Lengan serta kaki kanannya juga masih diperban akibat luka bakar dan cedera lainnya.

Kakak kandung korban, Salman, mengungkapkan bahwa adiknya melarikan diri karena sudah tidak tahan menahan rasa sakit setelah diduga disiram air panas saat waktu Magrib.

“Magrib itu dia disiram air panas. Setelah itu dia langsung lari dari rumah dalam keadaan wajah sudah rusak,” ujar Salman, Minggu (15/2/2026).

Salman mengaku baru mengetahui kejadian tersebut dua hari kemudian setelah mendapat kabar bahwa adiknya dirawat di rumah sakit.

“Saya dapat kabar hari Kamis. Posisi lagi kerja, tapi saya langsung ke rumah sakit karena kondisi adik saya sudah parah,” katanya.

Menurut Salman, dugaan kekerasan terhadap KH bukan kali pertama terjadi. Korban disebut telah mengalami perlakuan kasar sejak berusia sekitar 11 tahun, setelah dititipkan kepada pasangan tersebut untuk mendapatkan perawatan karena sakit.

“Awalnya kami titipkan karena dia sakit dan butuh perawatan. Tapi setelah sembuh, justru diperlakukan seperti pembantu. Dia dipaksa kerja terus dan sering dipukul,” tutur Salman.

Ia menambahkan, kekerasan diduga dilakukan secara bergantian oleh kedua orangtua angkatnya. Bentuknya berupa pemukulan di bagian kepala, tubuh, dan kaki, serta tekanan untuk terus bekerja meski dalam kondisi lelah. Akibat kondisi tersebut, pendidikan KH terhenti di jenjang sekolah menengah pertama karena harus menjalankan pekerjaan rumah tangga setiap hari.

Laporan resmi telah disampaikan keluarga ke Polresta Balikpapan. Pihak kepolisian membenarkan telah menerima laporan dan saat ini tengah melakukan penyelidikan.

Kanit Identifikasi Polresta Balikpapan, Iptu Bayu Sukaca, menyatakan pihaknya sedang mengumpulkan alat bukti dan memeriksa sejumlah saksi.

“Kami sudah menerima laporan dari keluarga korban. Saat ini proses penyelidikan masih berjalan, termasuk pemeriksaan saksi-saksi dan pengumpulan barang bukti,” ujar Bayu.

Ia menyebutkan sedikitnya lima saksi telah dimintai keterangan guna menyusun konstruksi peristiwa.

“Kurang lebih ada lima saksi yang sudah kami buatkan berita acara pemeriksaan. Kami juga masih mendalami peran masing-masing pihak yang dilaporkan,” katanya.

Polisi juga telah mengamankan salah satu terlapor untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Namun, status hukum yang bersangkutan belum dirinci karena proses penyidikan masih berlangsung.

“Kami pastikan kasus ini ditangani secara serius dan profesional. Detail lebih lanjut akan kami sampaikan dalam konferensi pers,” ucapnya.